CIREBON, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mengungkap fenomena menarik dalam peta logistik laut di Jawa Barat. Pelabuhan Indramayu tercatat mendominasi arus muatan barang domestik, jauh melampaui Pelabuhan Patimban yang digadang-gadang sebagai pelabuhan strategis nasional.
Berdasarkan laporan BPS Jawa Barat per Mei 2026, volume muatan barang dan peti kemas domestik di Jawa Barat mencapai 107,71 ribu ton, melonjak 35,84% dibandingkan bulan April 2026. Dari angka tersebut, sebagian besar aktivitas disumbang oleh Pelabuhan Indramayu.
Dominasi Pelabuhan Indramayu vs Patimban
Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengungkapkan bahwa Pelabuhan Indramayu mencatatkan kenaikan muatan domestik sebesar 46,05% dibandingkan bulan sebelumnya. Sebaliknya, aktivitas di Pelabuhan Patimban justru mengalami penurunan sebesar 26,08%.
“Volume muatan domestik pada Mei 2026 berasal dari tiga pelabuhan, yakni Indramayu, Cirebon, dan Patimban. Pelabuhan Indramayu mencatat 91,34 ribu ton, atau sekitar 85% dari total muatan domestik Jawa Barat,” jelas Margaretha, Jumat (3/7/2026).
Kesenjangan produktivitas ini semakin kontras jika dilihat dari data tahunan (year-on-year):
Pelabuhan Indramayu: Mengalami lonjakan signifikan sebesar 701,51% dibanding Mei 2025.
Pelabuhan Patimban: Hanya mampu tumbuh sebesar 0,69% dalam periode yang sama.
Patimban Unggul di Sektor Internasional
Meski masih tertinggal dalam arus domestik, Pelabuhan Patimban mulai menunjukkan perbaikan pada aktivitas muatan internasional. Pada Mei 2026, volume muatan internasional di Patimban mencapai 19,31 ribu ton, naik 46,03% dibandingkan bulan April dan meningkat 23,10% dibanding tahun lalu.
Namun, secara agregat, aktivitas internasional Jawa Barat masih mengalami tekanan. BPS mencatat total volume muatan internasional pada Mei 2026 sebesar 51,23 ribu ton, turun 36,18% dibanding Mei 2025. Penurunan ini dipicu oleh merosotnya aktivitas internasional di Pelabuhan Indramayu.
Ringkasan Kumulatif Januari–Mei 2026
Data kumulatif selama lima bulan pertama tahun 2026 menunjukkan tren yang kontradiktif:
Muatan Domestik: Mencapai 902,84 ribu ton, tumbuh pesat 108,40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Muatan Internasional: Mengalami penurunan sebesar 30,49%, dari 282,36 ribu ton pada tahun sebelumnya menjadi 196,27 ribu ton.
Data ini menunjukkan bahwa meskipun Pelabuhan Indramayu menjadi motor utama logistik domestik saat ini, sektor internasional di Jawa Barat masih menghadapi tantangan berat untuk kembali stabil.























