ARAFAH, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyambangi seluruh rombongan jemaah dalam Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) se-Kabupaten Batang di tenda maktab mereka, Senin (1/6/2026). Kunjungan bermakna ini didampingi langsung oleh ulama muda terkemuka asal Batang, KH. Anang Rikza Masyhadi, demi memberikan dukungan moral sekaligus mendoakan kebaikan bagi para jemaah.
Saat menyambangi tenda Jemaah Haji KBIHU Muzdalifah Bandar yang berada di bawah binaan Pondok Modern Tazakka, atmosfer kehangatan dan kemeriahan menyambut kehadiran Bupati Faiz.
Kelancaran Prosesi Armuzna
Dalam dialog hangatnya bersama warga, Bupati mengapresiasi daya juang para jemaah yang telah berhasil melewati fase-fase krusial dalam rukun Islam kelima tersebut.
- Ibadah Sempurna: Seluruh jemaah asal Batang dinyatakan telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik pada musim haji 1447 H / 2026 M.
- Fase Armuzna Sukses: Tahapan krusial di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) berhasil dilewati dengan aman dan lancar.
Bupati Faiz berpesan agar nilai spiritual yang didapatkan di Tanah Suci dapat dipertahankan secara konsisten saat kembali ke tanah air. “Semoga seluruh jamaah menjadi haji dan hajjah yang mabrur, kembali ke Indonesia dengan selamat, dan kemabruran hajinya membawa manfaat untuk masyarakatnya,” tutur Faiz penuh harap.
Takziah di Tenda Arafah
Kunjungan ini juga diselimuti momen haru mendalam. Di sela-sela kegiatannya, Bupati Faiz menyempatkan diri bertakziah ke salah satu tenda untuk menemui istri dari jemaah asal Kecamatan Limpung yang mengembuskan napas terakhirnya pada pagi hari menjelang prosesi wukuf di Arafah. Di hadapan jenazah almarhum, Bupati memimpin doa secara langsung dan memberikan penguatan emosional bagi keluarga yang ditinggalkan.
Dampak Sosial Haji Mabrur
Melengkapi pesan bupati, Pimpinan Pondok Modern Tazakka, KH. Anizar Masyhadi, turut memaparkan indikator keberhasilan spiritual seorang jemaah. Menurutnya, status kemabruran haji tidak hanya bersifat vertikal kepada Allah, melainkan harus berdampak konkret pada dinamika sosial di masyarakat luas.
“Jika mengutip perkataan Nabi Muhammad, ciri haji mabrur adalah memberi makan (membantu orang lain) dan menebar kedamaian di lingkungan-Nya,” jelas KH. Anizar mengakhiri sesi dialog. ***





















