BANDUNG BARAT, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Menjadi pemimpin sebuah media massa nasional bukanlah perkara mudah, terlebih jika harus membagi waktu dengan dunia wirausaha. Namun, hal tersebut berhasil dibuktikan oleh Jeni, C.EJ., C.BJ. Di balik kesibukannya mengelola toko dan servis PlayStation (PS) yang berada di Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, ia tetap kokoh berdiri sebagai Pimpinan Redaksi media online faktaperistiwanews.co.id.
Kisah perjuangan Jeni menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan di dua bidang sekaligus. Sebelum namanya dikenal di dunia jurnalistik tanah air, Jeni mengawali langkahnya sebagai seorang pelaku usaha mikro. Toko rental dan servis PS yang ia kelola hingga saat ini merupakan fondasi finansial awal yang ia bangun dari nol.
Modal dari Usaha Kecil untuk Bangun Media Nasional
Usaha toko PS tersebut bukan sekadar bisnis sampingan, melainkan modal utama dan saksi bisu perjuangan Jeni dalam merintis faktaperistiwanews.co.id dari bawah. Lewat tetesan keringat dari hasil servis PS, Jeni secara perlahan membangun medianya hingga kini tumbuh menjadi salah satu portal berita yang cukup diperhitungkan dan dikenal luas di seluruh Nusantara.
Meski setiap hari disibukkan dengan urusan teknis melayani pelanggan toko dan memperbaiki mesin PS yang rusak, dedikasi Jeni terhadap dunia pers tidak pernah luntur. Di sela-sela aktivitas menjaga toko, jemarinya tetap aktif berkoordinasi, memantau isu, dan menjalankan fungsi kontrol sosial sebagai pimpinan redaksi.
Selalu Siap untuk Anggota dan Jurnalis
Sebagai seorang pimpinan, Jeni dikenal sebagai sosok yang sangat mengayomi. Di tengah padatnya jadwal mengurus bisnis demi mencukupi kebutuhan keluarga, ia selalu meluangkan waktu untuk mendengar keluh kesah para jurnalisnya di lapangan.
“Walau sibuk dengan usahanya, jika ada keluhan ataupun permasalahan yang dihadapi para jurnalis, beliau selalu siap sedia membantu mencari solusi,” ungkap salah satu kolega terdekatnya.
Kegigihan dan kepemimpinan Jeni patut menjadi contoh dan inspirasi bagi generasi muda, khususnya para pekerja media. Ia berhasil membuktikan bahwa tanggung jawab terhadap profesi jurnalisme yang idealis tetap bisa berjalan beriringan dengan kewajiban utama menafkahi keluarga melalui jalur berniaga. (*)























