INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bergerak cepat dalam merespons aspirasi masyarakat terkait keterbatasan daya tampung pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. Langkah taktis ini diambil demi memastikan hak seluruh anak di Indramayu atas pendidikan dasar tetap terpenuhi.
Solusi untuk Warga Dadap
Kepala Disdikbud Kabupaten Indramayu, Caridin, menegaskan bahwa Pemkab Indramayu memahami kekhawatiran para orang tua murid, khususnya di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, yang sempat terkendala pembatasan kuota rombongan belajar (rombel) di sekolah negeri setempat.
“Pendidikan adalah hak dasar anak, dan Pemkab Indramayu berkomitmen penuh untuk hadir memberikan solusi,” ujar Caridin.
Koordinasi dan Penambahan Kuota
Menanggapi situasi tersebut, Disdikbud melakukan koordinasi intensif secara vertikal dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat di Bandung. Hasilnya, mekanisme pengecualian yang diajukan Pemkab Indramayu terkait penambahan jumlah rombongan belajar disetujui sepenuhnya oleh BBPMP.
Hasil dari langkah strategis ini adalah:
Sebanyak 12 satuan pendidikan tingkat dasar, termasuk beberapa SD di Desa Dadap, mendapatkan tambahan kuota.
Sebanyak 242 calon siswa yang sebelumnya terancam tidak mendapat kuota, kini dipastikan 100 persen terakomodasi dan dapat segera mengikuti proses belajar mengajar.
Komitmen Masa Depan Pendidikan Indramayu
Penuntasan kendala kuota SPMB 2026 ini menjadi bukti kehadiran pemerintah daerah dalam mengawal wajib belajar sembilan tahun di Kota Mangga. Ke depan, Disdikbud berencana melakukan evaluasi dan peningkatan mutu pelayanan pendidikan secara menyeluruh melalui:
Pemenuhan kebutuhan ruang kelas baru (RKB).
Penataan tenaga pendidik yang lebih merata.
Peningkatan sarana dan prasarana pendukung di berbagai wilayah sekolah guna mengantisipasi lonjakan daya tampung di tahun mendatang.
Caridin pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh wali murid atas sinergi yang konstruktif dalam penyampaian aspirasi. “Mari bersama-sama kita wujudkan layanan pendidikan di Kabupaten Indramayu yang bermutu, adil, inklusif, dan berpihak pada masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.




















