Gempa Hari Ini: Subang dan Bandung Diguncang Gempa Darat Dangkal Selisih 13 Menit

BANDUNG – Rangkaian gempa bumi tektonik dangkal mengguncang tiga wilayah di Jawa Barat dalam kurun waktu yang berdekatan. Wilayah Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung diguncang gempa pada Minggu (31/5/2026) dini hari dalam waktu nyaris bersamaan, setelah sebelumnya wilayah Kabupaten Cianjur juga diguncang aktivitas tektonik serupa pada Sabtu (30/5/2026) malam.

Mengutip keterangan dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah II Tangerang, seluruh pusat gempa dilaporkan berada di darat.

Subang dan Bandung Diguncang Nyaris Bersamaan

Guncangan pertama pada dini hari terjadi di wilayah Kabupaten Bandung pada pukul 02.45 WIB. Gempa bumi tersebut berkekuatan magnitudo M1.2 dengan kedalaman 11 kilometer.

Bacaan Lainnya
  • Episenter: 6.75 Lintang Selatan (LS) dan 107.59 Bujur Timur (BT).
  • Posisi: Pusat gempa berjarak sekitar 13 kilometer dari pusat kota Kabupaten Bandung di Kecamatan Soreang.

Hanya berselang 13 menit kemudian, tepatnya pukul 02.58 WIB, giliran wilayah Kabupaten Subang dan sekitarnya yang diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo M1.3.

  • Episenter: 6.63 Lintang Selatan (LS) dan 107.74 Bujur Timur (BT).
  • Posisi: Pusat gempa berada di darat pada kedalaman sangat dangkal yaitu 2 kilometer, berjarak 7 kilometer arah Selatan pusat kota Kabupaten Subang di Kecamatan Subang.

Cianjur Lebih Dulu Diguncang Sabtu Malam

Sebelum dua wilayah di atas diguncang pada Minggu dini hari, aktivitas tektonik darat lebih dulu mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur pada Sabtu (30/5/2026) malam pukul 18.55 WIB.

Gempa di Cianjur tercatat berkekuatan magnitudo M1.3 dengan pusat gempa berjarak 20 kilometer arah Selatan dari pusat kota Kabupaten Cianjur di Kecamatan Cianjur Kota.

Informasi BMKG Masih Dinamis

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut ataupun laporan dampak kerusakan dari BMKG terkait rangkaian tiga gempa bumi tektonik yang mengguncang Jawa Barat tersebut.

Pihak BMKG menyebutkan bahwa laporan ini dikeluarkan mengutamakan kecepatan informasi. Oleh karena itu, hasil pengolahan data awal belum sepenuhnya stabil dan masih bisa berubah seiring dengan kelengkapan data yang masuk ke pusat pemantauan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *