SEMARANG, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah berjuang menghadapi tantangan musim kemarau panjang. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jateng, Defrancisco Dasilva Tavares, menyatakan pihaknya terus berupaya menjaga target produksi 10 juta ton gabah dengan melakukan mitigasi kekeringan secara masif.
Strategi Mitigasi Kekeringan
Optimalisasi Irigasi: Memperbaiki jaringan irigasi tersier dan menerapkan irigasi perpipaan serta pompanisasi.
Sistem Irigasi Intermiten: Mengajak petani menggunakan sistem irigasi berselang (intermittent) agar hemat air namun tetap efektif bagi tanaman padi.
Asuransi Pertanian: Menyiapkan perlindungan untuk 10.400 hektare lahan guna mengantisipasi risiko gagal panen.
Distribusi Pompa: Menyalurkan sekitar 17.000 unit pompa air untuk mendukung kebutuhan pengairan selama kemarau.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, telah menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk memetakan wilayah terdampak kekeringan. “Tantangan ke depan adalah perubahan iklim. Yang terpenting adalah air sampai ke sawah dan kebutuhan petani terpenuhi,” tegas Luthfi.
Data BPBD Jateng mencatat setidaknya 14 kabupaten/kota, termasuk Grobogan, Demak, hingga Wonogiri, telah menetapkan status siaga darurat kekeringan. Pemerintah Provinsi Jateng berkomitmen penuh untuk memfasilitasi sarana prasarana agar produksi GKG yang ditargetkan mencapai 10,5 juta ton secara nasional dapat tercapai tepat waktu. ***























