Viral di Pintu Air Desa Kliwed Indramayu: Jadi Wisata Air Dadakan Libur Sekolah, Berkah bagi Pedagang “Es Cekek”

INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Suasana berbeda terlihat di kawasan pintu air yang berada persis di depan kantor Kuwu Desa Kliwed, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu. Memanfaatkan momen libur sekolah, lokasi yang awalnya hanya saluran irigasi biasa ini mendadak ramai dipadati warga dan menjelma sebagai destinasi rekreasi air sederhana.

Sejak awal libur sekolah dimulai, kawasan tersebut dipenuhi anak-anak yang ingin menikmati kesegaran aliran sungai di tengah teriknya cuaca Indramayu.

Saat dipantau di lokasi pada Senin (6/7/2026), puluhan anak tampak asyik berenang dan bermain air dengan penuh keceriaan. Sementara itu, para orang tua memilih bersantai di tepi sungai sambil mengawasi putra-putri mereka yang sedang berlibur.

Sensasi “Bak-Bakan” dan Pelampung Ban Bekas

Salah seorang pengunjung anak-anak, Anton (10), mengaku sengaja datang bersama teman-teman sebayanya. Ia ingin menikmati suasana bak-bakan (istilah lokal untuk bermain air) di siang hari yang terik.

Bacaan Lainnya

Keceriaan tergambar jelas di raut wajah Anton saat bersiap melompat dari atas pintu air ke dalam sungai, diiringi gelak tawa bersama teman-temannya.

Di sudut lain, anak-anak yang lebih kecil—berusia sekitar 4 tahun—turut bermain air dengan pengawasan ketat orang tua mereka. Beberapa di antaranya bahkan membawa pelampung sederhana yang terbuat dari ban dalam kendaraan bekas.

Laris Manis “Es Cekek” dan Berkah Ekonomi Warga

Keramaian warga di pintu air ini rupanya membawa berkah ekonomi bagi warga sekitar. Di tepi sungai, Sobari (37) tampak sibuk memecahkan es batu dengan palu kecil di samping sepeda motornya.

Melihat peluang dari kerumunan warga, Sobari memutuskan untuk berjualan makanan dan minuman di sekitar lokasi. Ia menjual es serbuk instan—atau yang akrab disebut warga sebagai “es cekek”—serta aneka camilan kemasan khas anak-anak dengan harga mulai dari seribu rupiah.

Kombinasi cuaca panas Indramayu di siang bolong dan kesegaran es cekek buatan Sobari ternyata menjadi daya tarik yang sulit ditolak pengunjung. Pembeli pun tampak mengantre di sekeliling motornya.

“Kalau siang saja saya bisa melayani sampai 50 bungkus es. Minimal itu. Jualan dari siang sampai sore, mas. Ini tangan saya jarang nganggur,” kata Sobari sembari melayani pembeli.

Tidak jauh dari lapak Sobari, Yuni (29), seorang warga setempat, terlihat duduk santai memegang es cekek sambil mengamati layar ponselnya. Namun, ia berdalih tetap fokus memantau sang buah hati.

“Lagi santai, Mas. Kebetulan anak saya lagi bak-bakan di sana sama temannya. Iya, saya ke sini buat mengawasi anak, masa ibunya mau ikut nyebur,” ujar Yuni seraya tertawa.

Viral Melalui Media Sosial dan Dikelola Pemuda Desa

Menurut Rasiman (49), pemilik warung di sekitar pintu air, keramaian ini dipicu oleh kekuatan media sosial. Pada mulanya, hanya anak-anak dari Desa Kliwed saja yang bermain di sungai tersebut.

Namun, setelah foto dan videonya diunggah ke media sosial, pengunjung dari desa-desa tetangga mulai berdatangan karena penasaran.

“Tiap hari anak-anak main air. Awalnya orang sini saja, terus makin hari makin ramai. Tebakan saya, sih, sudah ada dari desa tetangga juga yang datang,” kata Rasiman.

Lonjakan pengunjung ini langsung direspons positif oleh para pemuda desa setempat. Mereka berinisiatif menata area parkir agar kendaraan pengunjung lebih tertib dan aman. Hebatnya, hasil pengelolaan parkir tersebut rencananya akan dialokasikan untuk mendukung kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan pada Agustus mendatang.

Fenomena wisata dadakan di Desa Kliwed ini menjadi bukti nyata bahwa ruang publik sederhana dapat berubah menjadi tempat rekreasi alternatif yang menghibur sekaligus menggerakkan roda ekonomi hilir masyarakat desa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *