Refleksi Hari Lahir Pancasila: Ketua Mata Group Ingatkan Peran Penting Pers Nasional

BANDUNG, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Momentum Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada hari ini, Senin (1/6/2026), menjadi refleksi besar bagi seluruh elemen bangsa, tidak terkecuali bagi industri media nasional. Ketua Mata Group secara resmi mengeluarkan pernyataan khusus yang mengajak seluruh insan pers di tanah air untuk menjadikan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai kompas moral dan jangkar kebenaran di tengah era disrupsi informasi.

Dalam pesannya, Ketua Mata Group Agus Wahyudin (Agus Genzy) menegaskan bahwa pers memiliki tanggung jawab konstitusional dan moral yang besar dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui produk jurnalistik yang sehat.

Pers sebagai Perekat Keberagaman Bangsa

Mengusung esensi tema Hari Lahir Pancasila tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, Ketua Mata Group mengingatkan kembali fungsi hakiki pers nasional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999. Pers bukan sekadar mesin pengekspor informasi, melainkan alat pemersatu yang harus mampu merajut keberagaman di tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya
    • Penjaga Pilar Demokrasi: Pers wajib berdiri independen dan objektif guna meredam fragmentasi sosial di tengah dinamika politik global maupun domestik.
    • Filter Informasi: Di tengah kepungan berita palsu (hoaks) dan propaganda digital, pers harus hadir sebagai penyaring yang menjernihkan situasi, bukan memperkeruh suasana.
    • Suara Kelompok Rentan: Mengamalkan Sila Kelima, keadilan sosial harus tecermin dalam pemberitaan yang memberikan ruang bagi kelompok yang kurang terdengar.

“Insan pers di seluruh penjuru tanah air harus bangga berdiri di atas tanah pusaka ini dengan membumikan Pancasila dalam setiap goresan pena dan produk jurnalistik harian. Jangan biarkan ruang publik kita dikuasai oleh narasi intoleransi, radikalisme, atau pembunuhan karakter yang dapat memecah belah bangsa,” tegas Ketua Mata Group Agus dalam pernyataan resminya, Senin (1/6/2026).

Menolak Kompromi atas Kebenaran dan Etika

Ketua Mata Group juga menyoroti tantangan berat jurnalisme modern di era kecerdasan buatan (AI) dan algoritma media sosial yang cenderung mengejar kecepatan dibanding ketepatan. Menurutnya, kejujuran intelektual dan kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ) adalah bentuk konkret dari pengamalan Sila Kedua dan Sila Keempat Pancasila.

Pers nasional diminta untuk tidak berkompromi terhadap segala bentuk upaya pelemahan nilai-nilai kemanusiaan demi mengejar klik bait atau keuntungan sesaat. Ruang redaksi harus tetap menjadi benteng pertahanan kebenaran yang tepercaya dan berwibawa bagi masyarakat.

“Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, api Pancasila harus senantiasa hidup dan menyala dalam setiap denyut nadi insan pers di republik ini. Mari kita hadirkan jurnalisme yang mencerahkan, mengedukasi, dan mempersatukan. Selamat Hari Lahir Pancasila untuk seluruh wartawan dan pekerja media di Indonesia. Jayalah pers tanah air, merdeka!” pungkas Ketua Mata Group Agus. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *