Pembangunan Irigasi P3A-TGAI di Kadungora Garut Dikebut, Petani Optimistis Hasil Panen Meningkat

GARUT. FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A-TGAI) yang bersumber dari APBN mulai dikerjakan di sejumlah desa di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut.

Program dengan nilai anggaran Rp195 juta tersebut disambut antusias oleh para petani karena diyakini mampu meningkatkan kelancaran distribusi air irigasi sekaligus mendongkrak produktivitas pertanian.

Di Desa Talagasari, pembangunan jaringan irigasi yang dikelola Kelompok Mitra Cai telah berlangsung sekitar satu pekan.

Ketua Kelompok Mitra Cai Biru Indah Pisan. Sigit, mengatakan seluruh proses pembangunan melibatkan masyarakat setempat melalui sistem padat karya.

Bacaan Lainnya

“Baru berjalan sekitar satu minggu. Pekerja seluruhnya merupakan warga lokal yang ikut berpartisipasi dalam pembangunan,” kata Sigit, Sabtu (18/7/2026).

Ia menjelaskan, proyek tersebut memiliki panjang saluran sekitar 500 meter dengan target penyelesaian selama 40 hari kerja.

Menurutnya, keberadaan saluran irigasi yang lebih baik akan memberikan manfaat besar bagi petani, terutama dalam menjaga ketersediaan air untuk lahan pertanian.

“Harapan kami tentu dapat meningkatkan kesejahteraan para petani di sekitar,” ujarnya.

Sigit menambahkan, pola tanam di wilayah Talagasari menyesuaikan kondisi musim. Saat musim kemarau, sebagian besar lahan ditanami komoditas palawija seperti cabai dan aneka sayuran. Sedangkan ketika musim hujan tiba, lahan kembali dimanfaatkan untuk budidaya padi.

Sementara itu, pembangunan serupa juga berlangsung di Desa Karangmulya dengan pelaksana P3A Sawargi Tani dan Desa Harumansari dengan pelaksana P3A Haruman Mekar.

Ketua P3A Haruman Mekar Sarif Hidayat mengungkapkan para petani menyambut baik bantuan pembangunan jaringan irigasi dari pemerintah.

“Para petani sangat antusias dan berterima kasih atas bantuan ini. Mudah-mudahan setelah saluran air diperbaiki, hasil pertanian masyarakat bisa semakin meningkat,” katanya.

Arif menyebutkan, selama ini persoalan utama yang dihadapi petani adalah belum optimalnya saluran distribusi air sehingga kerap menghambat produktivitas lahan.

“Selama ini kendalanya memang pada penyaluran air karena belum didukung bangunan irigasi yang memadai,” jelasnya.

Di Desa Haruman, pembangunan memiliki total panjang saluran sekitar 500 meter atau masing-masing 250 meter di sisi kanan dan kiri. Hingga saat ini progres pekerjaan telah mencapai sekitar 50 persen.

Apabila rampung sesuai target, jaringan irigasi tersebut diproyeksikan mampu mengairi sekitar 9 hingga 10 hektare lahan pertanian.

Program P3A-TGAI sendiri merupakan upaya pemerintah untuk memperkuat infrastruktur irigasi berbasis partisipasi masyarakat. Selain meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian, program ini juga membuka kesempatan kerja bagi warga sekitar melalui pelaksanaan pembangunan secara swakelola.

Dengan pembangunan yang terus berjalan, para petani di Kecamatan Kadungora berharap pasokan air menjadi lebih stabil sehingga produktivitas pertanian meningkat dan kesejahteraan masyarakat tani semakin baik.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *