Matangkan Kesiapsiagaan, Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Gelar Simulasi Penyelamatan Darurat di Ketinggian Flare

Balongan, faktaperistiwanews.co.id – Guna memastikan kesiapan dan keandalan seluruh personel serta fasilitas dalam menghadapi kondisi darurat, PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan sukses melaksanakan Rescue Emergency Drill (simulasi keadaan darurat penyelamatan) di area objek vital nasional tersebut pada Rabu (1/7).

Skenario drill kali ini menguji tingkat kesulitan tinggi, yakni penyelamatan seorang pekerja yang mengalami kondisi darurat medis saat melakukan pekerjaan di atas menara flare (obor pembakar).

Proses evakuasi dari ketinggian tersebut dilakukan secara taktis menggunakan bantuan alat berat crane untuk menurunkan korban ke area aman secara cepat dan terkendali.

Agenda krusial ini dikomandoi oleh Fungsi HSSE bagian Emergency & Insurance, bekerja sama secara intensif dengan lintas fungsi terkait, meliputi bagian Health (Medis), Maintenance Area, serta Engineering.

Bacaan Lainnya

Section Head Emergency & Response Kilang Balongan, Nyono Safurun, memberikan rincian evaluasi teknis pasca-simulasi. Menurutnya, ada lima capaian utama yang berhasil divalidasi melalui pelaksanaan rescue drill khusus ini.

“Pertama, kami berhasil menguji validitas Emergency Response Plan (ERP), di mana response time penggelaran personil dan alat berada dalam koridor waktu aman instalasi vital. Kedua, sinkronisasi lintas fungsi berjalan sangat solid dimana komando teknis HSSE, kesiapan mekanis crane dari tim Maintenance dan Engineering, serta kesigapan medis dari tim Health terintegrasi tanpa ada tumpang tindih peran masing-masing,” papar Nyono.

Lebih lanjut, Nyono menjelaskan poin ketiga dan keempat terkait kompetensi tim di lapangan serta evaluasi berkelanjutan.

“Simulasi ini menguji langsung keahlian spesifik personil dalam high angle rescue (penyelamatan medan vertikal/ketinggian) beserta kelaikan perangkat penunjangnya. Keempat, dari debriefing pasca-simulasi, Kami melakukan identifikasi gap atau celah komunikasi dan operasional secara riil sebagai bahan evaluasi dan perbaikan prosedur (continuous improvement) ke depan,” imbuhnya.

Sebagai poin kelima, Nyono menekankan bahwa ketajaman mitigasi di lapangan ini secara otomatis mendukung penguatan manajemen risiko perusahaan (insurance management).

“Kilang yang rutin menguji skenario ekstrem secara terukur menunjukkan kematangan mitigasi, yang tidak hanya mematuhi regulasi ketat ketenagakerjaan, tetapi juga memberikan perlindungan maksimal pada aset dan tenaga kerja dari risiko bisnis,” tegas Nyono.

Sementara itu, Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR Kilang Balongan, Andromedo Cahyo Purnomo, menyampaikan bahwa simulasi ini merupakan perwujudan nyata dari komitmen perusahaan dalam mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) pada setiap lini operasional kilang.

“Aspek keselamatan manusia adalah prioritas tertinggi kami di Kilang Balongan. Melalui simulasi evakuasi pekerja di area flare ini, kami menguji secara riil bagaimana Response Time tim di lapangan, sekaligus memastikan koordinasi lintas fungsi berjalan tanpa hambatan jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat yang sesungguhnya,” ujar Andromedo Cahyo Purnomo.

Andromedo menambahkan, keterlibatan aktif Fungsi Maintenance Area dan Engineering dalam simulasi ini sangat krusial untuk memastikan aspek teknis, seperti kesiapan operasional crane dan kelayakan lifting gear pengangkut korban, telah memenuhi standar sertifikasi keselamatan yang ketat.

Sementara itu, tim Health bertugas memastikan penanganan pertama (first aid) pada korban di darat serta rantai rujukan medis ke rumah sakit berjalan responsif.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *