Kepala Sekolah Dukung Sekolah Maung Gagasan Gubernur KDM

KOTA BANDUNG, faktaperistiwanews.co.id –  Sejumlah kepala SMA di Jawa Barat menyatakan dukungannya terhadap program Sekolah Manusia Unggul (Maung) gagasan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi peserta didik, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Kepala SMAN 1 Bekasi, Mukaromah menilai, kehadiran Sekolah Maung menjadi jawaban atas kerinduan akan sekolah unggulan seperti pada masa sebelumnya.

“Dulu kita mengenal sekolah unggulan seperti RSBI dengan berbagai programnya. Sekarang, ini seperti mimpi yang menjadi nyata. Setiap kota akan memiliki sekolah unggulan yang sangat dinantikan, terutama oleh siswa dan alumni yang ingin sekolahnya kembali seperti dulu,” ujarnya usai mengikuti Rapat Koordinasi Pembahasan Sekolah Maung di Aula Dewi Sartika, Kantor Disdik Jabar, Selasa (21/4/2026).

Ia berharap, program tersebut dapat mendorong Jawa Barat menjadi yang terdepan dalam kualitas pendidikan, sekaligus berkontribusi pada terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.

Bacaan Lainnya

Hal senada disampaikan Kepala SMAN 2 Cibinong, Elis Nurhayati. Ia mendukung kebijakan tersebut karena dinilai membuka peluang lebih luas bagi siswa berprestasi untuk mengakses pendidikan yang sesuai dengan potensinya.

“Sekolah Maung diharapkan menjadi ruang bagi lahirnya sumber daya manusia unggul, baik dari sisi guru, murid, maupun dukungan orang tua. Ini juga menjadi peluang bagi siswa SMP dan MTs untuk melanjutkan pendidikan sesuai dengan prestasi yang dimiliki,” katanya.

Sedangkan Kepala SMAN 1 Tasikmalaya, Yonandi memandang Sekolah Maung sebagai bentuk optimalisasi potensi, bukan diskriminasi. “Ini bukan diskriminasi, tetapi optimalisasi. Selama ini masih ada potensi siswa yang belum terlayani secara maksimal. Dengan Sekolah Maung, mereka yang memiliki potensi lebih dapat difasilitasi untuk berkembang secara optimal,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran sekolah unggul juga akan mendorong motivasi siswa untuk terus meningkatkan prestasi agar dapat masuk ke Sekolah Maung.

“Jangan sampai potensi besar justru tidak berkembang. Sekolah Maung bisa menjadi ruang untuk mendorong siswa menjadi lebih luar biasa dan berani mengejar cita-citanya,” tambahnya. Nurpad***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *