Kritik Pengadaan Vendor, Wakil Ketua Komisi IX Dukung Motor Listrik BGN Dialihkan ke Guru Honorer

JAKARTA, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Rencana Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menghibahkan sepeda motor listrik operasional kepada para guru honorer di daerah mendapat lampu hijau dari DPR RI. Langkah ini dinilai sebagai solusi paling logis agar aset negara yang sudah terlanjur dibeli tersebut tidak berakhir mangkrak dan menjadi pajangan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menyatakan dukungan penuhnya terhadap opsi pengalihan fungsi ini. Rencana hibah tersebut sebelumnya sempat dilempar oleh Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR beberapa waktu lalu.

“Waktu rapat dengan Komisi IX, Ibu Arumsari mengatakan sepeda motor listrik tersebut akan dihibahkan kepada guru-guru honorer di daerah-daerah. Dan saya setuju dengan rencana tersebut,” ujar Yahya, Jumat (19/6/2026).

Soroti Urgensi: SPPG Dianggap Tak Butuh Motor

Sejak awal, politikus Partai Golkar ini getol mempertanyakan urgensi di balik pengadaan motor listrik untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurut Yahya, karakteristik kerja pengelola SPPG lebih banyak dihabiskan di area dapur, sehingga fasilitas kendaraan operasional dirasa berlebihan.

Bacaan Lainnya

“Mereka tidak memerlukan mobilitas tinggi dalam bekerja,” kritik Yahya.

Selain masalah fungsi, Yahya mengungkap bahwa Komisi IX DPR selama ini “gelap” karena tidak pernah menerima laporan detail atau pemberitahuan resmi mengenai proses pengadaan tersebut. Ia bahkan menyentil pihak vendor penyedia kendaraan yang dinilai tidak profesional.

“Perusahaan pengadaan tidak profesional, tidak punya dealer dan tempat service-nya. Yang paling disesalkan, harganya diduga di-mark up,” tegas Yahya.

Meski meninggalkan banyak catatan merah, fokus utama DPR saat ini adalah menyelamatkan fungsi aset negara. Dibandingkan menjadi besi tua, motor-motor ini dinilai akan jauh lebih bermanfaat untuk menunjang mobilitas guru honorer di daerah yang selama ini serba terbatas.

Daftar Aset BGN Tahun Anggaran 2025 yang Tengah Disisir

Bukan hanya kendaraan roda dua, BGN kini tengah melakukan inventarisasi besar-besaran terhadap sejumlah aset pengadaan tahun lalu yang sempat memicu kontroversi publik:

Kategori AsetStatus & Rencana Tindak Lanjut
Sepeda Motor ListrikDialihkan/Dihibahkan untuk guru honorer di daerah.
Perangkat LaptopDisisir ulang untuk pemanfaatan operasional internal.
Sistem Teknologi (IoT & CCTV)Dimaksimalkan penggunaannya demi efisiensi anggaran.

BGN Hati-Hati, Bakal Gandeng Kejaksaan Agung

Sebelum rencana hibah ini dieksekusi, pihak BGN sendiri menegaskan akan melangkah dengan sangat hati-hati. Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa motor listrik tersebut dibeli pada masa kepemimpinan kepala lembaga sebelumnya, Dadan Hindayana.

Karena pengadaan ini menggunakan uang rakyat, BGN akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Kejaksaan Agung guna memastikan proses penyerahan aset bersih secara hukum.

“Kami akan meminta informasi dan pendampingan juga ke Kejaksaan ya. Poinnya sebenarnya, semua yang sudah dibelanjakan di 2025 termasuk IT ingin kami maksimalkan,” ujar Agustina usai rapat di Kompleks Parlemen.

Langkah menyisir dan memaksimalkan barang lama ini menjadi strategi utama BGN dalam melakukan efisiensi anggaran untuk tahun 2026. Dengan mengoptimalkan fasilitas yang sudah telanjur dibeli, BGN dapat memangkas pengeluaran serupa di tahun-tahun berikutnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *