Siap Tampung Ratusan Siswa, Sekolah Rakyat Terintegrasi di Indramayu Gelar MPLS Mulai 31 Juli 2026

INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu bersama Kementerian Sosial (Kemensos) RI memastikan kesiapan infrastruktur pendidikan megah di wilayahnya. Sekolah Rakyat Terintegrasi dipastikan siap menyambut tahun ajaran baru dan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 mulai 31 Juli 2026, menyusul selesainya tahap akhir pembangunan fisik.

Ketua Tim Transisi Sekolah Rakyat Permanen Kabupaten Indramayu, Iin Indrayati, mengungkapkan bahwa progres pembangunan kawasan pendidikan terpadu ini telah mencapai fase optimal yang memungkinkan proses kegiatan belajar mengajar segera dimulai.

“Sekolah tersebut dibangun di atas lahan seluas 10 hektare dan dirancang sebagai satu kawasan pendidikan terpadu yang melayani peserta didik jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA),” ujar Iin saat dikonfirmasi di Indramayu, Senin (20/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan usai tim melakukan peninjauan serta monitoring dan evaluasi (monev) mendalam terhadap kesiapan fasilitas fisik dan teknis pelaksanaan MPLS bagi para calon peserta didik baru.

Bacaan Lainnya

Tampung Ratusan Siswa dan Perluas Akses Pendidikan

Pada tahun ajaran perdananya (2026/2027), Sekolah Rakyat Terintegrasi Indramayu telah merampungkan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan kapasitas total 270 siswa, yang terbagi secara merata masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Selain itu, terdapat tambahan 100 siswa yang berasal dari kelas rintisan sebelumnya.

Iin menegaskan, kehadiran megaproyek pendidikan ini merupakan wujud nyata komitmen strategis pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas pemerataan akses pendidikan berkualitas, sekaligus mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Indramayu.

Fasilitas Modern Berstandar Kawasan Terpadu

Sementara itu, Inspektur Bidang Pemberdayaan Sosial Kemensos RI, Agus Saputra Aryanto, memaparkan bahwa Sekolah Rakyat ini dirancang bukan sekadar tempat belajar biasa, melainkan kompleks pendidikan modern mandiri yang dilengkapi sarana dan prasarana penunjang berskala komprehensif.

Deretan fasilitas penunjang yang tersedia di atas lahan seluas 10 hektare tersebut meliputi:

  • Gedung sekolah terpisah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

  • Fasilitas hunian berupa rumah susun (rusun) bagi para guru dan asrama representatif bagi siswa.

  • Pusat kuliner/kantin dan fasilitas ibadah seperti masjid.

  • Gedung serbaguna, taman edukasi, serta ruang terbuka hijau (RTH) berbasis pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

  • Sarana olahraga lengkap mulai dari lapangan sepak bola, lintasan jogging (jogging track), hingga lapangan basket.

Agus menambahkan, dimulainya agenda MPLS pada akhir Juli mendatang menjadi tonggak sejarah baru bahwa amanat pembangunan fasilitas pendidikan ini telah memasuki tahap pemanfaatan nyata bagi masyarakat luas.

“Kami sangat bersyukur pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi mandat pemerintah kini telah memasuki fase operasional, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya anak-anak kita di Indramayu,” pungkasnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *