Indramayu, Faktapersitiwanews.co.id – Al – Zaytun mengundang 50 profesor berbagai bidang ilmu dan keahlian untuk bersimposium atau berdiskusi bersama mengenai gagasan “Pembangunan Pusat Pendidikan yang terintegrasi di 500 Kabupaten/Kota oleh Negara”.
Gagasan ini diinisiasi oleh Syaykh Al-Zaytun, Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, S.Sos.,M.P bertempat di Masjid Rahmatan Lil ‘Alamin Al-Zaytun Indramayu, Senin (01/06/2026).
Bertepatan dengan hari lahirnya Kesaktian Pancasila 50 peofoser yang terlibat dalam simposium dan pelatihan bagi para pelaku didik di Al-Zaytun dengan tema “Transformasi Revolusioner Pendidikan Berasrama Demi Terwujudnya Indonesia Modern di Abad XXI dan Usia 100 Tahun Kemerdekaan RI”.
Syaykh Al-Zaytun, Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, S.Sos.,M.P melalui Eji Anugrah Romadhon, S.S.,M.AP mengatakan satu tahun lebih, sejak dimulai pelatihan pelaku didik dari Mei 2025 hingga 1 Juni 2026, Al-Zaytun memandang telah tiba saatnya rangkuman gagasan ini di teguhkan bukan hanya sebagai diskursus internal pendidikan dan memorandum kebangsaan.
Gagasan transformatif dan revolusioner mengenai design pendidikan ini adalah untuk mempercepat capaian Indonesia Emas yang di cita-citakan. Gagasan pendidikan yang terintegrasi antara ekosistem pendidikan itu sendiri, dengan output pendidikan yang dihasilkan langsung, yaitu industri, ucapnya.
“Outcome atau hasil besar dan berjangka panjang dapat dirasakan oleh negara dan bangsa Indonesia bahkan dunia”.

Pembangunan 500 pusat pendidikan Berasrama terintegrasi di setiap kabupaten/kota se-Indonesia dengan minimal luas lahan 3.000 hektar.
Pusat pendidikan mandiri yang mampu memenuhi kebutuhan pendidikannya dan juga berorientasi pada pembangunan bangsa. 1 dari 500 pusat pendidikan tersebut, setidaknya dapat menampung 100.000 pelajar dan mahasiswa Indonesia denhan penjurusannya adalah 90% Politeknik dan 10% Akademik agar keterampilan serta keahlian mereka dapat langsung dikaryakan oleh kebutuhan industri diarahkan dan disiapkan oleh negara, lanjut Eji.
Kurikulum yang dikembangkan berbasis LSTEAM yaitu Law, Science, Technology, Engineering, Art, Mathematic and Spiritual.
Dalam kerangka ini, Law ditempatkan sebagai jiwa dan pengawal seluruh pengembangan ilmu agar kemajuan sain dan teknologi tetap berjalan dalam pagar hukum, konstitusi, etika, dan nilai-nilai Pancasila.
Sementara Spiritual menjadi muara akhir pendidikan untuk memastikan lahirnya generasi yang taat hukum, taat norma kemanusiaan, berintegritas, disi[Lin, kreatif, produktif, berbudaya dan memiliki kesadaran kemanusiaan.
Model pendidikan berasrama Indonesia diproyeksikan berkembang menjadi Center of Civilzation Building yaitu pusat pembinaan manusia masa depan yang unggul dan canggih secara intelektual, kuat secara mental, sehat secara sosial dan matang secara spritual.
Momentum Hari Kesaktian Pancasila
Momentum hari Kesaktian Pancasila sebagai penyampaian gagasan besar ini adalah karena memiliki makna yang kuat dan penting dalam sejarah perjalanan bangsa.
Momen ini untuk mengingatkan dan meneguhkan kembali arah pembangunan Indonesia terutama dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa yang berlandaskan nilai-nilai dasar negara, pungkasnya.





















