Bongkar Modus Baru Pelaku, Polda Jabar Suntik Taktik Khusus ke Personel Reskrim Jelang Operasi Jaran

BANDUNG, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID — Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mengambil langkah taktis untuk menekan angka kriminalitas. Selain itu, langkah ini bertujuan mempersempit ruang gerak komplotan pencuri kendaraan bermotor.

Polda Jabar menggelar Pelatihan Pra-Operasi (Lat Pra Ops) Jaran 2026 secara intensif. Agenda tersebut bermanfaat untuk memperkuat kemampuan deteksi dan eksekusi personel di lapangan.

Kegiatan strategis ini diikuti oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) dari seluruh Polres, Polresta, dan Poltabes di bawah payung hukum Polda Jabar. Kemudian, pelatihan terpadu ini difokuskan di Markas Polda Jabar sebagai bekal utama sebelum pasukan diterjunkan ke titik-titik rawan kejahatan.

Bacaan Lainnya

Strategi Penyelidikan Modern untuk Petugas

Lat Pra Ops Jaran kali ini tidak hanya menyegarkan taktik konvensional. Namun, panitia juga menyuntikkan metode penyelidikan digital (cyber investigation).

Langkah ini diambil mengingat para pelaku curanmor kini mulai pintar. Mereka memanfaatkan jaringan digital untuk melempar barang bukti ke luar daerah.

Oleh karena itu, aparat kepolisian dibekali formula khusus untuk memetakan residivis. Formula ini juga berguna untuk membongkar jaringan penadah, hingga melacak keberadaan kendaraan hasil curian secara cepat.

“Tantangan di lapangan terus berkembang, sehingga kemampuan personel Reskrim harus selangkah lebih maju daripada modus pelaku kejahatan. Melalui Lat Pra Ops Jaran 2026 ini, kami menanamkan strategi penyelidikan yang tajam, terukur, dan berbasis teknologi,” ungkap perwakilan pimpinan Polda Jabar di sela-sela kegiatan, Kamis (28/5/2026).

Sumbat Jalur Pelarian dengan Koordinasi Antarwilayah

Salah satu poin krusial dalam pelatihan ini adalah pembentukan sistem koordinasi lintas batas wilayah. Sistem baru ini dinilai jauh lebih solid.

Seringkali pelaku melakukan aksi pencurian di satu kabupaten. Akan tetapi, mereka menjual barang curiannya ke kota atau provinsi lain untuk mengaburkan jejak.

Oleh sebab itu, penguatan koordinasi antarwilayah membuat komunikasi intelijen antar-Polres kini terintegrasi secara langsung. Jika terjadi aksi curanmor, pos-pos penyekatan di perbatasan wilayah dapat langsung aktif. Hal ini berfungsi untuk menyumbat jalur pelarian pelaku secara instan.

Polda Jabar menegaskan bahwa Operasi Jaran 2026 merupakan wujud komitmen total kepolisian. Program ini fokus dalam memberikan rasa aman sekaligus melindungi hak milik properti masyarakat Pasundan. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *