INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Pengadilan Agama (PA) Indramayu berkomitmen mendukung penuh transformasi digital di lingkungan peradilan. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan berpartisipasi dalam Pilot Project Upgrade Sinkronisasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) ke aplikasi Kabayan PTA Bandung. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai 8 hingga 9 Juni 2026, bertempat di Kantor PA Garut.
Peningkatan Teknologi Sinkronisasi Data
Agenda strategis ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas integrasi serta mempercepat pertukaran data perkara di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Bandung.
Dalam pembaruan ini, metode sinkronisasi lama yang menggunakan mekanisme tunneling resmi ditingkatkan. Sistem baru kini beralih menggunakan teknologi replikasi database MariaDB master-slave. Metode modern ini dinilai jauh lebih efektif, stabil, dan optimal dalam menunjang pengiriman data perkara.
Lima Satuan Kerja Terpilih
PA Indramayu menjadi satu dari lima satuan kerja (satker) yang ditunjuk oleh PTA Bandung untuk memelopori proyek percontohan ini. Setiap satker mengirimkan perwakilan yang terdiri dari Panitera dan Admin Teknologi Informasi (IT).
Berikut daftar lima Pengadilan Agama yang mengikuti pilot project:
- PA Garut (Tuan Rumah)
- PA Indramayu
- PA Bandung
- PA Bekasi
- PA Cibadak
Fokus Pelatihan Penguatan Sistem
Selama dua hari, para peserta mendapatkan pendampingan teknis yang intensif. Materi berfokus pada konfigurasi replikasi database, pengujian konektivitas, sinkronisasi data SIPP, hingga penanganan masalah (troubleshooting) sistem.
Penerapan metode master-slave ini membawa tiga keuntungan utama bagi sistem peradilan:
- Kecepatan Tinggi: Proses transfer data perkara menjadi jauh lebih cepat.
- Koneksi Mandiri: Mengurangi ketergantungan pada mekanisme tunneling lama.
- Keamanan Ketat: Memperkuat keandalan dan keamanan data perkara publik.
Evaluasi Sebelum Penerapan Massal
Bagi PA Indramayu, penerapan teknologi informasi yang modern ini akan membuat pengelolaan data perkara menjadi lebih akurat dan berkesinambungan. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah bagi para praktisi IT peradilan untuk saling berbagi pengalaman mengatasi tantangan digital.
Hasil dari pilot project di lima wilayah ini nantinya akan dievaluasi secara menyeluruh. Penyempurnaan sistem akan terus dilakukan sebelum teknologi ini diterapkan secara massal di seluruh satuan kerja di bawah wilayah hukum PTA Bandung demi mewujudkan pelayanan publik yang transparan dan prima. ***























