Indramayu, Faktaperistiwanews.co.id – Hujan lebat yang di sertai angin kencang menyebabkan pohon besar tumbang yang berusia ratusan tahun dan beberapa pohon lainya roboh di Desa Legok Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Kamis (13/02/2025).
Tiupan angin kencang disertai hujan deras tersebut membuat pohon Bersejarah roboh dan mengenai berapa atap pelindung Pemakaman umum buyut landrat blok kedung Desa Legok.

Pohon tumbang tersebut disebabkan hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur wilayah desa legok pada pukul 16 : 11 menit dan beberapa wilayah di kabupaten Indramayu.
Di Karenakan Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan berbagai bencana alam, salah satunya pohon tumbang dan genangan air yang membanjiri di berapa wilayah di kabupaten Indramayu.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon kuwu Legok Arih Jahari membenarkan adanya pohon tumbang yang berusia ratusan tahun dan pohon tersebut ada di pemakaman umum buyut landra blok kedung dan beberapa pohon dilingkunganya.
“Benar Pohon Trenggulun tertua( wiwitan tenggulun) roboh diusia ratusan tahun serta bersejarah menurut para sesepuh masyarakat setempat”, ujarnya.
Guna memberikan himbauan kepada masyarakat Kuwu Legok menyampaikan agar meningkatkan kewaspadaan ditengah potensi cuaca yang kurang bersahabat seperti saat ini.
Lebih lanjut Arih berharap kejadian ini jangan sampai menimpa di lingkungan masyarakat yang padat penduduk dan berharap kepada seluruh masyarakat Desa Legok harus tetap waspada akan cuaca curah hujan tinggi disertai angin kencang yang mungkin akan terus mengguyur wilayah kabupaten Indramayu.
“Saya atas nama kepemerintahan menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan memperhatikan pohon-pohon disekitar lingkungan jika memang ada tanda-tanda bahaya bisa berkoordinasi dengan pemdes legok supaya dilakukan penembangan dan gotong royong sesama warga”, Pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan beberapa warga dibantu aparatur desa bergotong royong melakukan pembersihan dengan memotongi ranting-ranting dan dedaunan.
(Nurpad)























