Indramayu, faktaperistiwanews.co.id – PT Polytama Propindo, produsen resin polipropilena terkemuka di Indonesia, secara resmi memulai pembangunan Proyek Polypropylene Plant Balongan (PPB) melalui seremoni commencement date yang digelar di area Plant Site Polytama, Balongan, Kabupaten Indramayu, Senin (22/6). Momentum ini menandai dimulainya fase konstruksi proyek strategis yang akan memperkuat kapasitas industri petrokimia nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan daerah.
Kegiatan seremoni dihadiri jajaran manajemen PT Polytama Propindo, pemegang saham, kontraktor pelaksana proyek, pimpinan daerah serta jajaran dinas terkait dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Indramayu. Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan dukungan kuat terhadap pengembangan industri hilir petrokimia yang menjadi salah satu sektor penting dalam memperkuat daya saing industri nasional dan mendukung agenda hilirisasi.
Puncak seremoni ditandai dengan pembunyian alarm secara bersama-sama oleh Presiden Direktur PT Polytama Propindo Permono Avianto, Site Manager Wuhuan Engineering Co., Ltd. Xue Jin Yong, serta Presiden Direktur PT Enviromate Technology International (ETI), Efin. Prosesi tersebut menjadi simbol resmi dimulainya fase konstruksi Proyek PPB sekaligus menandai dimulainya kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan pengembangan kapasitas industri petrokimia nasional.

Presiden Direktur PT Polytama Propindo Permono Avianto menyampaikan, seremoni ini merupakan tonggak penting bagi perjalanan pertumbuhan perusahaan sekaligus bentuk kontribusi nyata Polytama dalam mendukung pengembangan industri petrokimia nasional.
“Dimulainya pembangunan PPB merupakan langkah strategis untuk memperkuat daya saing industri nasional sekaligus menjawab kebutuhan pasar domestik yang terus bertumbuh. Kami berkomitmen memastikan proyek ini berjalan dengan mengedepankan aspek keselamatan, keberlanjutan, pertumbuhan ekonomi, industri, dan pemberian manfaat bagi masyarakat serta daerah,” ujar Permono.
Menurutnya, proyek PPB tidak hanya berorientasi pada peningkatan kapasitas produksi perusahaan, tetapi juga dirancang untuk menciptakan nilai tambah bagi berbagai sektor yang bergantung pada produk polipropilena sebagai bahan baku utama dan juga penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, Direktur Utama Tuban Petrochemical Industries (TubanPetro) Sukriyanto menegaskan, proyek PPB merupakan wujud nyata sinergi antar pemangku kepentingan dalam memperkuat fondasi industri petrokimia nasional. Menurutnya, pengembangan kapasitas industri hilir menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan industri manufaktur Indonesia. PPB menjadi investasi strategis yang tidak hanya memberikan dampak positif bagi perusahaan, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas bagi daerah dan nasional. Ia optimis, PPB akan memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan rantai pasok industri petrokimia.
Dukungan pemerintah daerah juga tercermin dalam sambutan Bupati Indramayu Lucky Hakim yang menyampaikan bahwa investasi yang dilakukan Polytama menunjukkan kepercayaan dunia industri terhadap Kabupaten Indramayu sebagai salah satu kawasan strategis pengembangan industri nasional.

“Kami mengapresiasi dimulainya Proyek Polypropylene Plant Balongan sebagai investasi strategis yang akan memperkuat kawasan energi dan petrokimia di Indramayu. Kami berharap kehadiran proyek ini dapat menjadi magnet bagi tumbuhnya industri hilir, mendorong perputaran ekonomi, transfer pengetahuan, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Mari kita jadikan momentum ini sebagai awal sinergi yang kuat untuk mewujudkan proyek yang berjalan lancar, aman, sukses, dan membawa manfaat bagi Indramayu maupun Indonesia,” kata Lucky Hakim.
Dari sisi pelaksana proyek, Project Manager Wuhuan Engineering Co., Ltd. Xue Jinyong, menyampaikan komitmen penuh untuk menjalankan proyek sesuai standar internasional dengan mengutamakan kualitas, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu pelaksanaan. Ia menegaskan, Wuhuan-ETI akan mengerahkan kemampuan terbaik, pengalaman global, serta sumber daya yang dimiliki untuk memastikan proyek dapat diselesaikan secara aman, berkualitas, dan sesuai target yang telah ditetapkan.

Kehadiran pemangku kepentingan strategis dalam seremoni menunjukkan sinergi yang baik antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendorong ekonomi dan industri di daerah. Polytama meyakini bahwa kolaborasi yang erat antara perusahaan, pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan akan menjadi fondasi utama dalam memastikan proyek dapat berjalan sesuai target serta memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Melalui proyek PPB, Polytama tidak hanya membangun fasilitas produksi baru, tetapi juga membangun fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi daerah, serta menghadirkan kontribusi yang lebih besar bagi ekonomi nasional.























