Jakarta, Faktaperistiwanews.co.id – Anggota Perhimpunan Guru Jasmani Indonesia (Pergujasi), Nelson Mahulae, menyampaikan pandangannya terkait pendekatan pendidikan ala barak yang diterapkan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Menurut Nelson, pendekatan tersebut membawa banyak manfaat yang substansial bagi generasi muda.
“Pendidikan ala barak bukan sekadar membangun kedisiplinan dan karakter, tapi juga menumbuhkan semangat nasionalisme serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ujar Nelson dalam keterangannya, Senin (12/5).
Ia menyayangkan adanya pandangan yang menyebutkan bahwa pendekatan militeristik dalam pendidikan dapat menyebabkan trauma. Menurutnya, pendapat seperti itu terlalu berlebihan dan tidak melihat konteks secara utuh.
“Kalau kita lihat negara-negara seperti Singapura, Tiongkok, bahkan beberapa negara maju lainnya, mereka justru menanamkan disiplin dan pembentukan karakter sejak dini. Hasilnya, generasi muda mereka lebih peduli pada diri sendiri, masyarakat, dan lingkungannya,” lanjutnya.
Alumnus Magister Penjas Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta ini menilai bahwa langkah yang diambil Dedi Mulyadi bisa menjadi inspirasi model pendidikan baru yang menyeimbangkan aspek kognitif dengan pembentukan karakter, kedisiplinan, dan nilai-nilai kebangsaan.
“Sudah saatnya kita mendukung inovasi pendidikan yang membangun ketahanan mental dan sosial siswa, bukan malah mencemaskan hal-hal yang belum tentu terjadi”, pungkasnya.
(Nurpad)























