Pencarian 3 ABK KM Ratna Ningsih Tenggelam di Indramayu Diperluas Hingga Perairan Eretan

INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Tim SAR gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian terhadap tiga Anak Buah Kapal (ABK) KM Ratna Ningsih yang dilaporkan hilang usai kapal mereka tenggelam di perairan Balongan, Kabupaten Indramayu.

Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, mengonfirmasi bahwa hingga Selasa (28/7/2026), upaya pencarian ketiga korban yang hilang sejak Kamis (22/7/2026) lalu belum membuahkan hasil.

Guna mengoptimalkan penyisiran, area pencarian kini diperluas ke perairan Eretan, Kecamatan Kandanghaur, setelah sebelumnya menyisir perairan Balongan, Cantigi, hingga Pasekan.

“Fokus pencarian saat ini diperluas hingga perairan Eretan karena penyisiran dari Balongan, Cantigi, dan Pasekan belum membuahkan hasil. Sebanyak 21 personel gabungan dari Polri, TNI, dan Basarnas dikerahkan menggunakan tiga kapal sejak pukul 08.00 WIB,” ujar AKP Asep Suryana saat dihubungi, Selasa (28/7/2026).

Bacaan Lainnya

Terkendala Cuaca Buruk dan Gelombang Tinggi

Ketiga ABK yang masih dalam pencarian seluruhnya merupakan warga Desa Majakerta, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.

AKP Asep mengungkapkan, proses operasi SAR menghadapi tantangan berat akibat faktor cuaca ekstrem di lautan yang ditandai dengan tiupan angin kencang dan gelombang tinggi.

“Kami tetap berupaya maksimal dalam operasi SAR ini, meski personel harus ekstra hati-hati menghadapi kendala ombak besar dan cuaca buruk di laut,” tegasnya.

Dugaan Penyebab Kapal Tenggelam

Kecelakaan laut yang menimpa KM Ratna Ningsih berukuran 6 Gross Tonnage (GT) tersebut diduga dipicu oleh hantaman ombak besar serta kelebihan muatan (overload).

Kapal yang dinakhodai oleh Warnita (62) tersebut bertolak dari pangkalan nelayan Desa Majakerta sekitar pukul 03.30 WIB dengan mengangkut 11 drum oli menuju Single Point Mooring (SPM) 35 Balongan.

Namun, sekitar pukul 05.00 WIB di tengah perjalanan, kapal tidak kuat menahan gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.

Nakhoda kapal, Warnita, berhasil selamat setelah dievakuasi oleh personel TNI AL yang bertugas di Island Berth ITB Balongan. Warnita selamat karena sempat mengenakan jaket pelampung (life jacket) sebelum kapal karam, sementara tiga ABK lainnya ikut tenggelam dan masih terus dicari.

(Nurpad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *