Proses Dramatis Evakuasi Jari Balita Terjepit Spion Motor di Indramayu, Damkar Gunakan Gerinda dan Sendok

INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Markas Komando (Mako) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mendadak heboh pada Minggu (9/8/2026) siang. Seorang ibu panik mendatangi Mako Damkar sambil menggendong balitanya yang berusia 1,5 tahun setelah jari tangan sang anak tersangkut di lubang spion motor dan tak bisa dilepas.

Tanpa berbelit-belit, ibu tersebut langsung memohon pertolongan kepada petugas jaga. Melihat kondisi tersebut, personil Damkar Indramayu bergerak cepat menyiapkan peralatan penyelamatan khusus.

Proses Evakuasi Dramatis Menggunakan Gerinda dan Sendok

Proses pelepasan jari tangan balita perempuan warga Perum Bumi Dermayu Indah (BDI) tersebut berlangsung dramatis. Tangisan histeris sang anak terus terdengar di Mako Damkar akibat menahan rasa sakit.

Untuk membebaskan jari balita tanpa melukainya, petugas menerapkan teknik ekstra hati-hati. Mereka memanfaatkan alat gerinda pemotong berukuran kecil serta menyisipkan sendok makan sebagai pelindung antara jari dan bahan spion yang keras.

Bacaan Lainnya

Secara perlahan dan terukur, spion bekas tersebut akhirnya berhasil dipotong hingga jari tangan balita malang itu terbebas sepenuhnya.

“Alhamdulillah, spion berhasil dipotong dan tangan balita tersebut bisa dilepas dengan selamat tanpa ada luka,” ujar salah satu petugas Damkar Indramayu, Jajat, di Mako Damkar Indramayu, Jalan Gatot Subroto.

Isak tangis sang ibu seketika berganti dengan rasa lega. Ia berulang kali menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas kecekatan para petugas.

Bermula dari Mainan Spion Bekas di Rumah

Jajat menjelaskan, berdasarkan keterangan pihak keluarga, insiden berawal ketika balita tersebut sedang asyik bermain dengan spion motor bekas di rumahnya. Dengan rasa ingin tahu yang tinggi, bocah itu memasukkan jarinya ke dalam lubang spion.

Nahas, saat hendak ditarik, jari mungilnya justru terjepit erat hingga membengkak dan menimbulkan rasa sakit. Kebingungan dan tidak ingin mengambil risiko, orang tua korban langsung melarikan anaknya ke Mako Damkar Indramayu.

Jajat menegaskan bahwa jajarannya senantiasa siap melayani berbagai situasi darurat masyarakat, tidak terbatas pada peristiwa kebakaran.

“Apa pun laporan kedaruratan yang masuk dari masyarakat akan langsung kami tindak lanjuti. Tugas penyelamatan atau rescue sudah menjadi bagian utama dari pelayanan Damkar,” pungkasnya. (Nurpad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *