BALONGAN, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Memperingati Hari Mangrove Sedunia (World Mangrove Day) 2026, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) VI Balongan bersama seluruh unit bisnis Pertamina di wilayah Indramayu menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga ekosistem pesisir.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi penanaman 11.000 bibit mangrove jenis Rhizophora serta aksi aksi bersih pantai di kawasan Pantai Eretan Blok Kalimenir, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Rabu (29/7/2026).
Mengusung tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”, kegiatan ini diinisiasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu bersama Asosiasi Lembaga Peduli Lingkungan (ALPL), pegiat lingkungan, TNI, Polri, akademisi, serta elemen masyarakat setempat.
“Kolaborasi lintas sektor seperti inilah yang menjadi kunci utama pelestarian ekosistem Pantai Utara Jawa demi mengamankan masa depan generasi mendatang,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Indramayu, Dedi Agus Permadi, Rabu (29/7/2026).
Bukan Sekadar Benteng Abrasi, tetapi Juga Penyerap Karbon
Dedi menjelaskan bahwa hutan mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan alam. Selain menahan garis pantai dari abrasi dan gelombang ekstrem, vegetasi ini efektif mengurangi intrusi air laut, menyerap emisi karbon, serta menjadi habitat vital biota laut.
Sementara itu, Section Head Environment PT Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan, Muhammad Nur Hidayat, menegaskan bahwa penanaman ini merupakan wujud operasi industri yang selaras dengan prinsip keberlanjutan.
“Bagi Pertamina, mangrove bukan sekadar vegetasi pelindung pantai, melainkan fondasi penting keberlangsungan ekosistem. Kami ingin memastikan pertumbuhan industri dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian lingkungan,” ungkap Hidayat.
Inovasi Berkelanjutan: Dari Ekowisata Karangsong hingga Olahan Buah Mangrove
Komitmen Pertamina RU VI Balongan dalam pelestarian alam terbukti telah berlangsung bertahun-tahun melalui program Community Involvement and Development (CID).
Salah satu karya legendarisnya adalah pengembangan Ekowisata Mangrove Karangsong, yang kini menjelma menjadi salah satu pusat konservasi, riset, dan destinasi wisata lingkungan terbesar di Indonesia bagian barat.
Tak hanya itu, Pertamina juga memberdayakan Kelompok Jaka Kencana melalui inovasi pengolahan buah mangrove jenis pidada. Buah yang dulunya terbuang kini diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, seperti:
Sirup dan Dodol Mangrove
Nastar dan Kopi Mangrove
Secara terpisah, Pjs. Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU VI Balongan, Nurhidayanto, menegaskan pentingnya sinergi pentahelix untuk melindungi kawasan Pantura.
“Perlindungan pesisir membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat agar dampaknya dapat dirasakan secara jangka panjang,” pungkas Nurhidayanto.
(Red)























