Indramayu, Faktaperistiwanews.co.id – Pemerintah Indramayu melalui Dinas Ketahanan Pangan dan pertanian, bersama Forkopimpcam Balongan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan musim tanam (01) 2025-2026 di alua balai desa yang berada di kecamatan Balongan.
Menjelang pergantian musim tanam dari Masa Tanam Gadu/Sadon ke Masa Tanam Rendeng, banyak yang harus disiapkan untuk melaksanakan budidaya pertanian, maka dari itu tim gabungan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu.
Unit Pengelola Irigasi (UPI), Ketua KTNA Kecamatan Balongan, Petugas Pengendali Organisme Penganggu Tanaman (POPT), dan Pemerintah Kecamatan Balongan, serta Pemerintah Desa setempat melaksanakan Penyuluhan dan Musyawarah Pecepatan Tanam Musim Rendeng Tahun 2025/2026.

Rapat ini menjadi ajang konsolidasi seluruh pemangku kepentingan pertanian dalam upaya mengejar target tanam padi di musim rendeng dan pertama yang melaksanakan kegiatan rakor persiapan percepatan musim tanam di kabupaten Indramayu Jawa Barat.
Rakor dipimpin oleh kepala UPTD pertanian wilayah kecamatan Balongan dan kecamatan Indramayu Lia Fitryani , dan dihadiri Camat Balongan Ade Sukma Wibowo, Sekmat Balongan Dasuki, Kuwu setempat, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Balongan Kus Hendarti, Unit Pengelola Irigasi (UPI), Petugas POPT Kecamatan Balongan Syahril, Ketua KTNA Kecamatan Balongan H. Hilmi Agus Tantowi
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Indramayu H. Sugeng melalui kepala UPTD pertanian menekankan bahwa percepatan tanam merupakan langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional.“Kegiatan tanam harus kita pacu bersama, terutama karena November ini menjadi awal musim tanam yang sangat menentukan,” ujarnya.
Lia menambahkan sejumlah desa telah menunjukkan progres yang baik, namun beberapa wilayah yakni desa Sukaurip dan Majakerta masih terkendala air dari hulu. Di sisi lain, beberapa desa juga mengalami perbaikan jaringan irigasi yang berpotensi bisa menambah debit air untuk percepatan realisasi tanam pertama di tahun ini.
Untuk mempercepat hal tersebut, ia meminta seluruh sthokeholder baik para pemerintah desa instansi terkait dan para petani segera menyiapkan langkah strategis, antara lain: mempercepat penetapan lokasi tanam, memaksimalkan air dari hulu ke hilir dan berkoordinasi dengan pihak ppl dan pihak pengairan bbws, mempercepat distribusi benih dan pupuk, serta memperkuat komunikasi antara sesama petani.
“Pelaporan harian harus berjalan baik, karena data ini menjadi dasar pengambilan keputusan dan sinkronisasi antara petani dan pihak dinas ketahanan pangan dan pertanian kabupaten Indramayu,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Balongan Ade Sukma Wibowo mengungkapkan bahwa capaian produksi beras dari petani di kecamatan Balongan saat ini masih stabil dan Indramayu masih menjadi lumbung padi nasional.
“Capaian luar biasa ini hasil kerja keras semua pihak. Kita harus pertahankan dan tingkatkan lagi tahun depan,” katanya. Ia menambahkan, indeks pertanaman (IP) yang masih perlu dievaluasi menjadi tanggung jawab dan perhatian pemerintah daerah dan dinas ketahanan pangan dan pertanian kabupaten Indramayu.
“Evaluasi kendala Pengairan irigasi, komunikasikan dengan pihak BBWS. Semua sumber daya harus dimobilisasi untuk memperkuat produksi tahun 2026,” pesannya.
Lanjut, Ade Kegiatan Penyuluhan dan Musyawarah Percepatan Musim Tanam ini dilaksanakan di semua desa di Kecamatan Balongan dengan tujuan untuk memberikan informasi terkait dengan Rencana Tanam Musim Rendeng Tahun 2025/2026.
“Informasi Pengairan, informasi mengenai varietas padi yang cocok digunakan pada musim rendeng ini, dan juga Informasi mengenai Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang akan menyerang pertanaman silahkan selalu berkoordinasi dengan pihak ppl pertanian yang ada di desa masing-masing”, Ujarnya.
Dengan dilaksanakanya penyuluhan dan musyawarah pecepatan tanam ini semoga dapat menambah informasi mengenai rencana tanam dan juga mendorong para petani untuk dapat melaksanakan tanam lebih cepat, serta dapat membantu meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan, sehingga terwujud swasembada pangan yang diinginkan serta Indramayu (Reang), Tukas Ade Wibowo, Kamis (06/11/2025).
(Nurpad)























