Dua Jenazah Mahasiswa Polindra, Dikebumikan Pihak Keluarga

INDRAMAYU, Faktapersitiwanews.co.id – Dua mahasiswa Mapala Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) yang menjadi korban aktivitas susur sungai di Sungai Cimanuk, Senin (10/11/2025) siang ini dikebumikan pihak keluarga setalah dinyatakan usai pencarian oleh tim SAR gabungan.

Pihak Polindra menegaskan bahwa aktivitas susur sungai yang dilakukan oleh mahasiswanya tanpa ijin dan tanpa sepengatahuan pihak kampus, diikutip dari beberapa media yang menyebutkan pihak direktur polindra Sabtu lalu saat dinyatakan dua mahasiswa dari tujuh mahasiswa yang terjatuh di bendungan karet bangkir, Desa Rambatan Wetan, Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu Jawa Barat.

Dua jasad mahasiswa Polindra yang semalam ditemukan tewas di bawah jembatan Bangkir dan Blok Gandok, Senin siang ini dimakamkan.

Bacaan Lainnya

Jasad Muhammad Lana dimakamkan di pemakaman umum blok Sukadedel Desa Terusan Kecamatan Sindang. Ratusan kerabat dan keluarga mengantarkan jenazah Lana ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Sementara, jasad Agung juga dimakamkan pada Senin siang di pemakaman umum desa Segeran kecamatan Juntinyuat.

Ratusan pelayat mengantarkan jenazah agung ke tempat pemakaman.

Pihak Politeknik Negeri Indramayu, Ade Syarief, Kabag Kemahasiswaan Politeknik Negeri Indramayu menegaskan, bahwa aktivitas susur sungai yang dilakukan oleh mahasiswanya tersebut tanpa sepengetahuan pihak kampus.

Pihak kampus juga tidak pernah mengeluarkan ijin terkait aktivitas susur sungai yang menelan korban jiwa tersebut.

Pihak Politeknik Negeri Indramayu juga menyampaikan duka cita mendalam atas insiden yang menimpa sejumlah mahasiswa di aliran Sungai atau Kali Cimanuk, tepatnya di area Bendungan Karet Rambatan Kulon.

Insiden tersebut melibatkan beberapa mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Pencinta Alam (KOMPA) Polindra atau Mapala (Mahasiswa Pencinta Alam)

“Direktur dan segenap sivitas akademika Polindra menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi. Kampus juga menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap aktivitas mahasiswa di luar kegiatan resmi kampus agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,”jelas Ade Syarif.

Keluarga Almarhum Lana, Ato (53) mengikhlaskan atas kepergian anaknya. “Semoga anakku (Lana) diberikan tempat terbaik dan ditempatkan di SurgaNya. Lana orang baik dan punya semangat untuk kesuksesan,”ujarnya.

(Nurpad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *