Perkuat Ketahanan Energi, Kilang Balongan dan Pertamina EP Kerja Sama Pemanfaatan Fasilitas SPM

INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit VI Balongan memperkuat komitmen menjaga ketahanan energi nasional melalui kerja sama strategis bersama PT Pertamina EP Zona 7. Kesepakatan ini berfokus pada pemanfaatan bersama fasilitas Single Point Mooring (SPM) 165.000 DWT milik Kilang Balongan untuk penanganan (loading) minyak mentah Jatibarang Crude Oil (JCO).

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Ruang Rapat Pertamina EP Klayan, Kota Cirebon. Kesepakatan ini ditandatangani oleh Executive General Manager (EGM) PT PPN RU VI Balongan, Yulianto Triwibowo, serta General Manager Pertamina EP Zona 7, Julfrinson Alfredo Sinaga.

EGM RU VI Balongan, Yulianto Triwibowo, menegaskan bahwa pemanfaatan bersama infrastruktur SPM merupakan langkah efisiensi yang saling menguntungkan antar-entitas Pertamina Group.

“Kerja sama ini menjadi strategi yang sangat baik dalam mengoptimalkan infrastruktur perusahaan agar bisnis Pertamina saling menyokong. Selain menguntungkan perusahaan, langkah ini berdampak langsung bagi peningkatan margin serta menekan ketergantungan pada impor minyak mentah (crude oil),” ujar Yulianto.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, Kilang Balongan yang awalnya mengolah crude oil dari Duri dan Minas, kini menyerap Jatibarang Crude Oil sebagai salah satu bahan baku utama produksi BBM nasional.

Sementara itu, GM Pertamina EP Zona 7, Julfrinson Alfredo Sinaga, mengapresiasi sinergi ini. Menurutnya, integrasi antara kapasitas produksi minyak mentah hulu dan industri pengolahan hilir merupakan modal penting Indonesia dalam menjaga kemandirian energi.

“Integrasi kapasitas produksi dan pengolahan ini menjaga keseimbangan pasokan, mengurangi impor, sekaligus menjaga produksi minyak mentah Pertamina EP agar dapat disalurkan dengan lancar ke kilang lain melalui fasilitas SPM ini,” jelas Julfrinson.

Sebagai informasi, SPM 165.000 DWT merupakan fasilitas tambat terapung milik Kilang Pertamina Balongan di laut lepas, berjarak sekitar 15 hingga 18 kilometer dari garis pantai. Fasilitas ini berfungsi sebagai tempat bongkar muat crude oil dari kapal tanker raksasa menuju kilang melalui pipa bawah laut.

Untuk menjamin keselamatan operasional dan keandalan kilang, tim gabungan Kilang Balongan secara rutin menggelar patroli laut. Pengawasan berkala ini dilakukan guna mencegah risiko kebocoran pipa serta menjaga kelestarian lingkungan laut.

(Nurpad/Faktaperistiwa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *