SUMEDANG, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID — Warga Dusun Pasanggrahan, Desa Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, digemparkan dengan kabar duka atas meninggalnya Kepala Desa Cijambu berinisial SS pada Rabu (30/9/2026) sore.
Pria berusia senja yang juga purnawirawan kepala sekolah tersebut ditemukan warga sudah tidak bernyawa di kawasan lahan perkebunan setempat sekira pukul 16.00 WIB.
Peristiwa mendadak ini mengejutkan pihak keluarga dan masyarakat sekitar. Pasalnya, almarhum dikenal tetap beraktivitas normal dan sempat menghadiri acara syukuran warga pada pagi hari sebelum kejadian.
Penyelidikan Kepolisian dan Hasil Pemeriksaan Awal
Menerima laporan warga, jajaran Polsek Tanjungsari, Bhabinkamtibmas, Danramil Tanjungsari, bersama Tim Inafis Polres Sumedang langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta evakuasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan identifikasi tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia yang diduga kuat akibat mengakhiri hidupnya sendiri.
“Benar ada laporan tersebut. Kami sudah cek TKP dan melakukan penanganan sesuai prosedur. Untuk penyebab pastinya masih kami dalami,” ujar petugas kepolisian di lokasi kejadian, Rabu (30/9/2026).
Pihak kepolisian telah menyerahkan jenazah almarhum kepada keluarga untuk proses pemakaman dan mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi serta menghormati duka keluarga.
Dugaan Motif Masih Didalami
Hingga berita ini diturunkan, motif di balik peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Kerabat dan warga sekitar mengaku tidak melihat adanya tanda-tanda atau permasalahan menonjol sebelum kejadian.
Manajemen dan Redaksi FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya Kepala Desa Cijambu. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. ***
CATATAN REDAKSI (BANTUAN KESEHATAN MENTAL):
Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi tindakan serupa. Jika Anda, kerabat, atau rekan mengalami depresi, kecemasan, tekanan mental, atau pikiran untuk mengakhiri hidup, segera konsultasikan dan bicarakan kepada orang terdekat, tenaga profesional medis, psikiater, psikolog, atau layanan kesehatan mental terdekat.























