Maulid Nabi dan Pelantikan DKM Al-Muhajirin, Dirangkai Layanan Sosial untuk Masyarakat

INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Pelantikan Pengurus DKM Al-Muhajirin Masa Khidmat 2026–2031 berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan di Masjid Jami Al-Muhajirin, Desa Sukareja, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum keagamaan dan pelantikan kepengurusan baru, tetapi juga dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan sosial yang diperuntukkan bagi masyarakat. Di antaranya Cek Kesehatan Gratis (CKG), pelayanan SIM, serta donor darah.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin, Plt. Kabag Kesra H. Rasiwan, serta Camat Balongan H. Ade Sukma Wibowo dan Kuwu Desa Sukareja Bpk. Yanto

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Indramayu H. Syaefudin menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada jajaran pengurus DKM Al-Muhajirin yang telah dilantik. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan baik serta terus membangun semangat kebersamaan dan gotong royong.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, keberadaan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Karena itu, sinergi antara pengurus DKM, masyarakat, pemerintah, serta berbagai elemen lainnya perlu terus diperkuat agar keberadaan masjid memberikan manfaat yang semakin luas.

DKM Al-Muhajirin Fokus Membangun SDM

Sementara itu, Ketua DKM Al-Muhajirin, Haris Sihabudin, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung berbagai kegiatan di Masjid Jami Al-Muhajirin.

Haris mengatakan, secara fisik bangunan Masjid Jami Al-Muhajirin saat ini sudah cukup baik. Oleh karena itu, pada kepengurusan Masa Khidmat 2026–2031, DKM ingin memberikan perhatian lebih besar terhadap pembangunan dan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM).

> “Kita ketahui bersama, secara fisik bangunan masjid sudah bagus. Maka fokus kami di kepengurusan ini adalah bagaimana membangun SDM, sehingga masjid ini betul-betul dirasakan manfaatnya oleh jamaah dan masyarakat.”

 

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang dalam melihat keberhasilan sebuah masjid.

> “Mari kita ubah cara pandang kita. Tolak ukur keberhasilan masjid bukan hanya dilihat dari seberapa besar uang kas yang masuk, tetapi seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh jamaah dan masyarakat.”

Menurutnya, masjid harus mampu menjadi ruang bersama untuk membangun umat, mengembangkan pendidikan, mempererat silaturahmi, serta menghadirkan kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

Rangkaian kegiatan sosial dalam momentum Maulid dan pelantikan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen DKM Al-Muhajirin untuk menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat Desa Sukareja.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru Masa Khidmat 2026–2031, DKM Al-Muhajirin berharap semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian masyarakat dapat terus tumbuh untuk bersama-sama memakmurkan masjid dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *