JAKARTA, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) mengambil langkah strategis dalam mengembangkan bola basket 3×3 di tanah air. DPP Perbasi resmi menggandeng Nicolas Widmer, CEO sekaligus Co-Founder THRIX, agensi yang dipercaya federasi bola basket dunia (FIBA) dalam pengembangan bola basket 3×3 global.
THRIX dan Nicolas Widmer—yang akrab disapa Nico—memiliki rekam jejak panjang dalam mendampingi serta memajukan ekosistem bola basket 3×3 di berbagai negara.
“Kerja sama dengan THRIX dan menempatkan Nico sebagai penasihat merupakan langkah konkrit kami dalam menyusun perencanaan strategis pengembangan bola basket 3×3 di Indonesia,” ujar Ketua Badan 3×3 DPP Perbasi, Santiyani Lestari (Mbak Naniek), Jumat (7/8/2026).
Naniek menjelaskan, langkah awal kolaborasi ini diwujudkan melalui workshop intensif di Kantor DPP Perbasi, lantai 8 GBK Arena Senayan, Jakarta Pusat, pada 4–5 Agustus 2026.
“Dalam workshop tersebut, kami memetakan kondisi eksisting bola basket 3×3 nasional, meninjau perkembangan tren global, serta mendiskusikan langkah-langkah strategis untuk menumbuhkembangkan olahraga ini di Indonesia,” jelas Naniek.
Dari diskusi dua hari tersebut, Badan 3×3 DPP Perbasi mendapatkan gambaran tajam mengenai pembenahan tim nasional agar mampu bersaing di panggung dunia.
“Peta jalan menuju Olimpiade—baik melalui jalur babak kualifikasi maupun pengumpulan poin FIBA—kini semakin terang benderang. Kami menyusun strategi pembentukan tim yang kuat agar Indonesia siap bersaing di level tertinggi,” tegasnya.
Fokus Perbanyak Pool Pemain untuk Level Internasional
Sementara itu, Nicolas Widmer mengapresiasi komitmen dan konsistensi PERBASI dalam memajukan bola basket, khususnya nomor 3×3. Ia menilai langkah yang diambil organisasi sudah berada di trek yang tepat.
“Fokus utama saat ini adalah mencari cara untuk meraih kesuksesan di level internasional. Kami bersama-sama menyusun strategi pengembangan bola basket 3×3 untuk tiga tahun ke depan,” kata Nico.
Menurut Nico, kunci utama akselerasi prestasi ini terletak pada penguatan basis pemain nasional. “Titik tekannya adalah bagaimana memperbanyak pool pemain berbakat untuk mendukung misi kompetisi di ajang internasional,” tambahnya.
Agenda pembahasan perencanaan strategis ini turut dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan basket nasional, di antaranya Kepala Program Badan Tim Nasional (BTN) 3×3 Derry Primasta, perwakilan BTN Jeremy Immanuel Santoso, Wakil Ketua Umum Bidang SDM Christopher Tanuwidjaja, Manajer Timnas 3×3 Putra Bastian Arif, serta Manajer FIBA Indonesia Rufiana.






















