Jaga Tradisi Adat Mapag Tamba, Kuwu Tugu Sampaikan Ini

Oplus_131072

Indramayu, Faktaperistiwanews.co.id – Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu Jawa Barat, menyimpan kekayaan budaya dan tradisi leluhur yang masih lestari hingga kini tetap terjaga dan ada yang berbeda dari desa lain di kabupaten Indramayu.

Mapag Tamba adalah ritual yang sangat sakral bagi para petani dahulu konon katanya untuk mengusir penyakit ketika musim tanam berlangsung,
Mapag tambah sebuah upacara adat yang bertujuan untuk “mengobati” padi agar terhindar dari hama, penyakit, dan segala bentuk malapetaka yang dapat mengganggu hasil panen.

Poto diambil saat melakukan prosesi pemberangkatan.

Ritual ini menjadi simbol harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta dalam menjaga keberlangsungan pertanian.

Makna Mapag Tamba berasal dari bahasa Sunda, di mana “mapag” berarti menyambut atau menjemput, dan “tamba”  berarti obat. Secara harfiah, ritual ini dimaknai sebagai upaya menjemput “obat” untuk padi agar tumbuh subur dan menghasilkan panen melimpah

Bacaan Lainnya

Hal ini menjadikan masyarakat Desa Tugu percaya bahwa padi tidak hanya membutuhkan perawatan fisik seperti pupuk dan pestisida, tetapi juga perlindungan spiritual melalui doa dan ritual.

Desa Tugu adalah desa yang masuk di kecamatan sliyeg dan dibagi dua desa yakni desa tugu induk dan desa pemekaran yakni desa tugu kidul.

Populasi penduduk yang hampir mendekati 20 ribu jiwa menjadikan desa tugu desa yang sangat maju dalam birokrasi dan sektor pertanian.

Hamparan sawah yang luas menjadikan masyarakat tugu adalah berpenghasilan dari hasil padi dan palawija.

Saat ditemui awak media Kuwu Tugu Suwanto yang akrab disapa mang Boreng menjelaskan, Alhamdulillah meski pun dalam kondisi berpuasa adat mapag Tamba tak menjadi hambatan untuk tidak dilaksanakan, Ucapnya Jumat (06/03/2026).

Lebih lanjut, Boreng membenarkan seluruh pamong yang akan memberikan obat ke sawah-sawah Petani semuanya menggunakan kostum putih dan ini hanya ada di dua desa kami saja.

“Kami tetap menjaga dan melestarikan warisan dari leluhur, kami yakin dengan cara ikhtiar dan memanjatkan doa kepada Tuhan yang maha esa, para petani bisa mendapatkan hasil panen yang lebih baik”, Tambahnya.

Kuwu Tugu pun tak luput selalu memberikan edukasi kepada para petani agar menjaga saluran irigasi agar tidak mampet dan selalu berkoordinasi dengan pihak pertanian ketika ada gejala-gejala penyakit di sawahnya.

Mapag tamba sendiri dilakukan dengan cara berkeliling sawah-sawah di seluruh desa dan pamong dibagi beberapa titik agar seluruh pesawahan dapat disiram air doa yang dibawa oleh masing-masing pamong/perangkat desa.

“Bismillah dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an seluruh pamong dengan berjumlah sebanyak 16 orang berangkat dari balai desa dengan dikawal hansip serta menuju pesawahan yang sudah ditentukan pada saat fajar belum terlihat”, Sambungnya.

Orang nomer satu di tugu juga menyampaikan, tentang perbelem pertanian terkait hama tikus dan sebagian semoga para petani dapat tetap bersatu untuk menjadikan tugu adalah penyumbang padi terbanyak di kabupaten Indramayu.

“Saya berharap para petani tetap kompak dan bergotong-royong serta saya menghimbau tentang penggunaan alat listrik di sawah agar berhati-hati jangan sampai ada korban jiwa”, Tukasnya.

(Nurpad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *