Gantungkan Harapan Lewat Lembar CV, Ratusan Pencari Kerja Padati Job Fair Indramayu 2026

INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Lembar daftar riwayat hidup (Curriculum Vitae) berpindah dari satu tangan ke tangan lain. Ratusan pencari kerja melangkah mantap dari satu stan perusahaan ke stan berikutnya, membawa berkas lamaran sekaligus menggantungkan asa untuk meretas masa depan yang lebih mandiri.

Pemandangan penuh antusiasme tersebut mewarnai Halaman Serbaguna SMKN 1 Losarang, Kabupaten Indramayu. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bekerja sama dengan Forum Bursa Kerja Khusus (BKK) Kabupaten Indramayu resmi menggelar Job Fair 2026 selama dua hari, Kamis–Jumat (27–28 Agustus 2026).

Asa Lulusan Baru Meretas Kemandirian

Bagi para peserta, bursa kerja ini bukan sekadar agenda rutin ketenagakerjaan. Job Fair menjadi ruang pijak awal untuk menguji peruntungan setelah menyelesaikan bangku pendidikan.

Salah seorang pencari kerja, Miqdad Saugi (19), tampak sibuk mendatangi sejumlah stan perusahaan. Pemuda lulusan sekolah asal Banten yang kini menetap di Indramayu bersama ibunya itu mengaku antusias memanfaatkan ajang ini.

Bacaan Lainnya

“Baru lulus sekolah. Job Fair ini sangat memudahkan karena kami bisa melihat beragam pilihan pekerjaan sekaligus berinteraksi langsung dengan pihak perusahaan. Harapannya tentu bisa segera diterima bekerja,” ujar Miqdad singkat namun optimistis.

Bagi lulusan baru seperti Miqdad, sebuah pekerjaan memiliki makna besar melebihi sekadar lembaran gaji—ada tekad untuk mandiri, meringankan beban keluarga, dan menentukan arah perjalanan hidup.

Respons Positif Industri dan Dorongan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Dari sudut pandang dunia usaha, Job Fair menjadi momentum strategis untuk menjaring sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang sesuai dengan kriteria industri.

Kepala Bank BJB Kantor Cabang Pembantu (KCP) Karangsinom, Rizal Syahrudin, menilai kegiatan ini memberikan ruang terbuka bagi masyarakat, khususnya di wilayah Indramayu Barat, untuk menyalurkan potensi sesuai minat dan kompetensi.

“Ini saat yang tepat bagi para pelamar untuk menampilkan CV terbaik agar disaring oleh perusahaan. Kami berharap para peserta dapat diterima di posisi yang sesuai,” tutur Rizal, yang membuka lowongan posisi frontliner (Customer Service dan Teller) pada ajang tersebut.

Apresiasi senada disampaikan Staff Industrial Relation PT Mingda International Footwear, Agus Suwandi. Ia menegaskan bahwa Job Fair sangat efektif dalam mendorong keterlibatan tenaga kerja lokal Indramayu.

“Kami sangat mengapresiasi Disnaker dan Forum BKK. Kegiatan ini membuka akses informasi lowongan kerja secara transparan dan mendorong penyerapan tenaga kerja lokal. Harapan kami, kegiatan semacam ini dapat berlangsung secara berkelanjutan agar memberi dampak ekonomi nyata bagi warga Indramayu,” tegas Agus.

Muara Hasil: Dari Antrean Berkas Menuju Pekerjaan Nyata

Tingginya antusiasme warga membuktikan bahwa penyediaan lapangan kerja masih menjadi kebutuhan krusial di Kabupaten Indramayu. Kendati demikian, muara keberhasilan Job Fair tidak cukup hanya diukur dari panjangnya antrean pelamar atau banyaknya berkas lamaran yang terkumpul.

Tolak ukur sejati terletak pada berapa banyak pencari kerja yang berhasil lolos seleksi dan resmi terserap di dunia kerja. Oleh karena itu, sinergi antara kesiapan kompetensi calon pekerja dan kebutuhan spesifik industri menjadi kunci utama pasca-kegiatan.

Saat gelaran Job Fair 2026 di SMKN 1 Losarang berakhir, stan perusahaan mungkin telah dibongkar. Namun, bagi ratusan pemuda yang membawa berkas lamaran hari itu, perjuangan baru saja dimulai—menanti panggilan wawancara, menunggu pengumuman seleksi, dan merawat asa menuju taraf hidup yang lebih baik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *