GARUT, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus memperluas akses kesempatan kerja bagi masyarakat melalui program pelatihan vokasi berbasis kompetensi. Sepanjang tahun 2026, hampir 1.000 warga Kabupaten Garut telah dibekali berbagai keterampilan siap kerja hasil kolaborasi bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.
Ragam program pelatihan yang diselenggarakan disesuaikan dengan potensi daerah serta kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI), mulai dari budidaya kopi, keterampilan barista, pengolahan hasil perikanan, hingga pembuatan sepatu.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Garut, Nia Gania, menjelaskan bahwa salah satu gelombang pelatihan yang tengah berjalan diikuti sekitar 420 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari petani kopi muda hingga mahasiswa tingkat akhir.
“Peserta mengikuti pelatihan budidaya kopi, barista, dan pengolahan ikan. Pemberangkatan dilakukan secara bertahap, dengan total sekitar 96 orang pada gelombang terakhir,” ujar Nia Gania, Senin (3/8/2026).
Sasar Korban PHK dan Uji Sertifikasi BNSP
Nia menambahkan, program ini tidak hanya menyasar pencari kerja baru (fresh graduate), tetapi juga kelompok masyarakat terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Salah satunya adalah kelompok ibu-ibu korban PHK yang mendapatkan pembekalan intensif pengolahan ikan untuk modal wirausaha maupun melamar pekerjaan baru.
Seluruh peserta pelatihan dipastikan mengantongi sertifikasi kompetensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) guna meningkatkan daya saing di pasar kerja nasional.
“Seluruh peserta memperoleh sertifikasi dari BNSP. Ini menjadi bukti pengakuan resmi atas keahlian mereka sehingga lebih percaya diri dan memiliki nilai tambah saat memasuki dunia kerja,” tegasnya.
Kolaborasi Anggaran Pusat dan Daerah
Mengenai skema pembiayaan, pelaksanaan program ini mayoritas ditanggung oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI melalui DIPA APBN. Pemkab Garut berperan aktif memfasilitasi kebutuhan operasional pendukung.
Dukungan Pusat: Menanggung sarana, prasarana, instruktur, modul, serta biaya penyelenggaraan pelatihan.
Dukungan Pemkab Garut: Memfasilitasi kebutuhan konsumsi peserta selama masa pelatihan berlangsung.
Sebaran Lokasi: Pelatihan dilaksanakan di BLK Semarang (14 paket), Lembang (3 paket bertahap), serta BLK Garut.
Siapkan 20 Paket Pelatihan Baru di Agustus 2026
Disnaker Garut mencatat, salah satu program dengan penyerapan terbesar adalah pelatihan pembuatan sepatu yang difokuskan untuk penyerapan tenaga kerja di industri manufaktur alas kaki.
“Pelatihan pembuatan sepatu sudah selesai dan saat ini para peserta sedang mengikuti proses uji seleksi langsung di perusahaan penerima. Pada Agustus 2026 ini, Kemnaker juga dijadwalkan kembali membuka sekitar 20 paket pelatihan BLK lanjutan di Garut tanpa membebani APBD,” pungkas Nia.
(Ucok/FPN)






















