GABUSWETAN, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Sinergi lintas sektoral diperkuat oleh jajaran pemerintah kecamatan di Kabupaten Indramayu guna menyukseskan sektor pertanian daerah. Pada Senin (22/6/2026), bertempat di Aula Kecamatan Gabuswetan, digelar Rapat Koordinasi (Rakor) strategis untuk percepatan Musim Tanam II (Gadu) tahun 2026.
Rapat yang berlangsung selama tiga jam ini merupakan tindak lanjut dari surat Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu Nomor 100.3.4/2121/TP mengenai optimalisasi masa tanam, serta hasil koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum terkait normalisasi saluran sekunder.
Sinergi Lintas Sektor dan Kewilayahan
Pertemuan ini dihadiri oleh pemangku kebijakan strategis, di antaranya Plt. Camat Gabuswetan (merangkap Camat Kandanghaur) Rusyad Nurdin, S.T., M.Si., Camat Bongas Deddy Irawan, S.Sos., M.AP., serta perwakilan Forkopimcam. Turut hadir pula Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DKPP Indramayu, Heru Purwanto, jajaran UPTD Pertanian, serta perwakilan Kuwu, Ketua AKSI, dan Ketua KTNA dari Kecamatan Gabuswetan, Kandanghaur, serta Bongas.
Kesepakatan Krusial untuk Petani
Rusyad Nurdin memaparkan beberapa poin kesepakatan krusial yang dihasilkan dari rapat tersebut guna menjamin kelancaran pasokan air bagi petani:
Prioritas Normalisasi: Penentuan titik (spot) prioritas pengerjaan normalisasi yang melibatkan BBWS Citarum dan Dinas PUPR Kabupaten Indramayu.
Sistem PIC: Pembentukan Person in Charge (PIC) di tiap wilayah untuk mempercepat koordinasi antar-kecamatan.
Gotong Royong: Tanggung jawab bersama dalam pengamanan alat berat selama proses pengerjaan di lapangan sesuai wilayah kerja masing-masing.
Jadwal Gilir Air: Penerapan pola gilir air mulai 1 Juli 2026 dengan urutan: Hilir (giliran 1), Hulu (giliran 2), dan Tengah (giliran 3).
Dukungan Pemkab Indramayu
Dalam kesempatan tersebut, Rusyad Nurdin menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Bupati Indramayu, Luki Hakim, atas dukungan nyata terhadap program ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Indramayu melalui Dinas PUPR yang memberikan dukungan penuh dengan menerjunkan alat berat ke lokasi. Bantuan ini sangat strategis untuk memaksimalkan capaian normalisasi saluran sekunder di Kandanghaur, sehingga air diharapkan mengalir lancar hingga ke lahan pertanian warga pada musim Gadu ini,” ungkap Rusyad.
Seluruh ketua KTNA dan AKSI yang hadir berkomitmen untuk mengawal kebijakan ini dan menyosialisasikannya kepada seluruh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), guna memastikan tidak terjadi kendala atau kesalahpahaman dalam distribusi air di lapangan. ***























