GARUT, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Setia Bhakti Cilawu, Kabupaten Garut, kembali mendapat sorotan setelah pihak sekolah menemukan sejumlah makanan dalam kondisi belum matang.
Pihak sekolah memastikan makanan tersebut belum sempat dibagikan kepada para siswa. Temuan itu diketahui saat guru piket melakukan pemeriksaan terhadap paket MBG sebelum didistribusikan.
Ihsan Ahmad Kamil dari SMK Setia Bhakti Cilawu mengatakan, pada Rabu pekan lalu, pihak sekolah menemukan dua hingga tiga item makanan yang belum matang. Sesuai SOP yayasan, makanan yang dinilai tidak layak konsumsi tidak boleh diberikan kepada siswa.
“Waktu hari Rabu minggu kemarin, ada beberapa dua sampai tiga item makanan yang mentah, belum matang. Guru yang piket berinisiatif mengembalikan makanan tersebut kepada SPPG,” ujar Ihsan, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, makanan yang ditemukan belum matang di antaranya acar wortel dan lauk crispy yang diduga berbahan ikan atau ayam. Sementara menu lainnya seperti nasi dan pepes tahu dinilai dalam kondisi matang.
Ihsan menegaskan, makanan tersebut langsung ditarik dan dikembalikan sehingga tidak ada siswa yang mengonsumsi MBG dalam kondisi belum matang.
“Belum didistribusikan ke siswa. Masih dicek oleh Bapak Ibu guru yang piket. Sebelum didistribusikan, dicek dulu kondisinya dan ternyata ada yang mentah,” katanya.
Jumlah paket MBG yang dikembalikan mencapai lebih dari 400 porsi, menyesuaikan jumlah siswa di sekolah tersebut.
Pihak sekolah menyebut paket MBG tersebut berasal dari SPPG Desa Kolot 1. Ihsan mengatakan, hingga Selasa (18/8/2026), belum ada tindak lanjut dari pihak SPPG terkait makanan yang dikembalikan tersebut.
“Justru sampai sekarang belum ada tanggapan, belum ada tindak lanjut terkait makanan pada hari itu,” ujarnya.
Ihsan berharap persoalan tersebut menjadi perhatian agar kualitas makanan MBG yang diterima sekolah dapat diperbaiki. Terlebih, menurutnya, temuan makanan belum matang bukan kali pertama terjadi.
“Ini menjadi kejadian yang kedua kali. Minimal ada perbaikan ke depannya supaya tidak terjadi lagi hal serupa,” katanya.
Pihak SMK Setia Bhakti Cilawu menegaskan, pemeriksaan makanan sebelum dibagikan kepada siswa dilakukan sebagai bentuk penerapan SOP yayasan sekaligus untuk memastikan makanan yang diterima siswa aman dan layak dikonsumsi.***






















