Pasutri di Kota Cirebon Tertimpa Pohon Akasia Tumbang di Jalan KS Tubun

CIREBON, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Nasib naas menimpa pasangan suami istri (pasutri) saat melintas di Jalan KS Tubun, Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (20/8/2026) siang. Keduanya menderita luka serius akibat tertimpa pohon akasia berukuran besar yang mendadak tumbang di sekitar area jembatan.

Akibat kejadian tersebut, sang istri mengalami patah tulang pada bagian kaki, sedangkan sang suami menderita luka di area dada akibat hantaman dahan pohon. Warga bersama pekerja di lokasi langsung mengevakuasi kedua korban ke Rumah Sakit Sumber Kasih Kota Cirebon guna mendapatkan penanganan medis secara intensif.

Batang pohon akasia yang roboh juga merusak besi pembatas jembatan hingga patah dan sempat menutup seluruh badan jalan, sehingga memicu kemacetan arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Saksi mata di lokasi, Darkam (38), mengungkapkan peristiwa berawal saat satu unit ekskavator mulai beroperasi turun ke area sungai. Tak lama kemudian, terdengar suara dentuman keras yang mengagetkan warga sekitar.

Bacaan Lainnya

“Awalnya dikira suara tabrakan mobil. Pas saya mendekat, ternyata pohon akasia besar tumbang menimpa pembatas sungai dan mengenai pengendara motor yang melintas,” ujar Darkam, Kamis (20/8/2026).

Poin Penting Peristiwa Pohon Tumbang di Jalan KS Tubun Cirebon:

  • Kondisi Korban: Pasutri pengendara sepeda motor dilarikan ke RS Sumber Kasih akibat luka patah tulang kaki dan cedera dada.

  • Kerusakan Fasilitas: Pagar besi pembatas jembatan patah dan badan jalan sempat tertutup total oleh batang pohon akasia.

  • Klarifikasi BBWS Cimanuk Cisanggarung: Pihak BBWS menegaskan alat berat ekskavator hanya membuat jalur pengerukan sedimen lumpur Sungai Sukalila dan tidak melakukan penebangan pohon.

  • Kondisi Pohon: Pohon akasia diketahui sudah berusia tua dan lapuk sehingga roboh secara tiba-tiba.

  • Tindakan Kepolisian: Tim Unit Identifikasi Polres Cirebon Kota telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut.

Kepala Satuan Kerja OP Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Hendra Kurniawan, menegaskan pihak proyek tidak melakukan pengerusakan atau penebangan pohon. Alat berat diterjunkan murni untuk membuat akses pembuangan sedimentasi Sungai Sukalila.

“Kami tidak mengusik atau menebang pohon tersebut. Kami sedang membuat jalan ekskavator di sebelahnya untuk membuang sedimen. Memang kami tidak mengetahui pohon itu sudah lapuk dan tua hingga akhirnya tumbang,” terang Hendra sembari memastikan pihak BBWS ikut mendampingi evakuasi korban ke rumah sakit.

Saat ini, kepolisian dari Polres Cirebon Kota terus mengumpulkan bukti dan mengamankan lokasi kejadian agar arus lalu lintas kembali normal.

(Red/Fakta-Peristiwa)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *