Indramayu, Faktaperistiwanews.co.id – Dalam rangka memberikan pengalaman dan pemahaman mendalam tentang ibadah haji sejak usia dini, Yayasan Hajja Khodijah Aninah RA Hasan Bisri mengadakan kegiatan Manasik Haji untuk para anak didik.
Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Barokah Jaya Desa Singaraja, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Senin (11/11/2024).

Kegiatan ini diikuti semua peserta didik Yayasan Hajja Khodijah Aninah RA Hasan Bisri dengan didampingi orang tua dan guru-guru.
Saat pelakasanan berlangsung dengan penuh antusiasme dari para anak didik, guru, dan orangtua yang turut serta dalam mendukung pembelajaran religius yang bermakna bagi anak-anak.
Manasik Haji ini merupakan bagian dari program pendidikan yang diterapkan di Yayasan Hajja Khodijah Aninah RA Hasan Bisri, didesain khusus agar sesuai dengan pemahaman anak usia dini, kegiatan ini mencakup berbagai rukun dan tahapan dalam pelaksanaan haji, seperti melaksanakan wukuf di tempat tiruan Arafah, berdzikir di tempat tiruan Mina, melempar jumroh di replika ‘ula, wustho, dan aqobah, tahalul, tawaf mengelilingi replika Ka’bah, hingga melaksanakan sa’i di antara bukit Safa dan Marwah. Semua tahapan ini disimulasikan dengan cara yang menarik dan interaktif, di mana anak-anak dapat belajar sambil bermain.

Sebagian besar anak-anak tampak antusias dan senang saat mengikuti kegiatan manasik haji. Mereka merasa kegiatan ini menarik karena bisa berperan seolah-olah mereka sedang melakukan ibadah haji seperti orang dewasa. Beberapa anak mungkin terlihat sangat terkesan dengan hal-hal baru, seperti pelaksanaan rangkaian rukun haji tersebut.
Kepala Yayasan Hajja Khodijah Aninah RA Hasan H. Nasrulloh menyampaikan, kegiatan Manasik Haji ini bertujuan menanamkan nilai-nilai ibadah haji. Seperti kesabaran, kebersamaan, dan ketakwaan kepada Allah Swt.
”Melalui kegiatan ini, kami berharap anak-anak dapat mengenal dan memahami konsep ibadah haji serta membentuk karakter yang baik sesuai nilai-nilai Islam sejak dini,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat respons positif dari para orangtua. Mereka menyampaikan apresiasi atas pendekatan kreatif yang diambil oleh Yayasan Hajja Khodijah Aninah RA Hasan Bisri dalam mengenalkan rukun islam ke-5 kepada anak-anak.
”Dengan cara ini, anak-anak lebih mudah memahami nilai-nilai agama. Mereka juga terlihat senang dan bersemangat mengikuti setiap tahapan,” ujar Ibu Maslikah.

Salah seorang guru, Nilam Anirinanti terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang seimbang antara aspek akademik dan religius, dengan harapan dapat mencetak generasi yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman agama yang kokoh.
“Kegiatan Manasik Haji ini menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut dan diharapkan dapat menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para anak didik”, Tukasnya.
(Nurpad)






















