Halal Bihalal Pemuda Gimbal Sudimampir Tebar Kepedulian, 68 Anak Yatim Terima Santunan

Indramayu, Faktapersitiwanews.co.id – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal yang digelar pemuda-pemudi Gimbal, Desa Sudimampir, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Minggu (29/3/2026).

Tak sekadar ajang silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan santunan kepada anak yatim piatu sebagai wujud kepedulian sosial generasi muda.

Sebanyak 68 anak yatim menerima santunan dalam kegiatan tahunan tersebut. Wajah-wajah bahagia terpancar dari para penerima manfaat, menambah nilai haru dalam momentum pasca-Ramadhan yang sarat makna.

Bacaan Lainnya

Ketua pelaksana kegiatan, Wahyono, mengatakan bahwa Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi tradisi rutin, tetapi juga sarana mempererat solidaritas pemuda sekaligus menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kebersamaan itu tidak hanya dirasakan, tetapi juga harus dibagikan. Senyum anak-anak yatim hari ini adalah kebahagiaan terbesar bagi kami semua,” ujar Wahyono.

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk terus berkontribusi positif di tengah masyarakat.

“Pemuda harus hadir membawa manfaat. Sekecil apa pun yang kita lakukan, jika dilakukan bersama dan dengan niat baik, akan menjadi sesuatu yang besar bagi orang lain,” tambah pria yang akrab disapa Regog.

Tak hanya itu, kemeriahan acara juga semakin terasa dengan hadirnya pagelaran seni budaya.

Masyarakat dihibur oleh pertunjukan Sandiwara Aneka Tunggal dari Pawidean, Jatibarang, yang sukses menyedot perhatian warga dari berbagai kalangan.

Rangkaian kegiatan sebenarnya telah dimulai sehari sebelumnya, Sabtu (28/3/2026), dengan arak-arakan atau pawai hiburan sisingaan.

Pawai tersebut mengelilingi jalan raya Desa Sudimampir dan Sudimampir Lor, menghadirkan nuansa meriah sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antarwarga.

Melalui kegiatan ini, pemuda-pemudi Gimbal Sudimampir menunjukkan bahwa peran generasi muda tidak hanya sebatas berkumpul, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak kegiatan sosial dan pelestarian budaya di tengah masyarakat.

Semangat gotong royong, kepedulian, dan pelestarian tradisi yang ditunjukkan diharapkan dapat terus terjaga.

“Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tetapi momentum untuk merawat kepedulian dan memperkuat persaudaraan yang akan terus hidup di tengah masyarakat,” tutup Wahyono.

 

(Nurpad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *