BANDUNG, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID — Sejarah panjang Terminal Cicaheum sebagai salah satu gerbang utama transportasi bus di Kota Bandung segera memasuki babak baru. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Kementerian Perhubungan resmi memulai proses pemindahan seluruh layanan bus antarkota di Terminal Cicaheum ke Terminal Multimoda Leuwipanjang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sosialisasi berupa pemasangan spanduk dan posko informasi mulai disiagakan untuk memandu para calon penumpang agar tidak salah mendatangi lokasi keberangkatan. Langkah besar ini diambil guna mengurai simpul kemacetan kronis di kawasan Bandung Timur sekaligus memodernisasi sistem transportasi publik terpadu. Selasa (26/05/2026)
Pengalihan Bertahap untuk Bus AKAP dan AKDP
Proses pemindahan rute operasional ini dilakukan secara bertahap guna menjaga kenyamanan masyarakat dan pelaku usaha otobus (PO). Seluruh armada Bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) dan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP) yang biasanya melayani rute ke arah timur Jawa kini dialihkan sepenuhnya ke Leuwipanjang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari rencana induk (masterplan) penataan transportasi aglomerasi Bandung Raya.
“Pemindahan layanan bus dari Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang merupakan langkah strategis yang tidak bisa ditunda lagi. Terminal Leuwipanjang kini telah memiliki fasilitas modern berstandar nasional yang mampu menampung lonjakan armada, sekaligus terintegrasi dengan moda transportasi perkotaan lainnya,” ujar perwakilan Dinas Perhubungan Jawa Barat dalam rilis resminya.
Respons Penumpang dan Pelaku Usaha Jasa Transportasi
Kebijakan pengalihan ini menuai beragam tanggapan dari masyarakat, terutama warga Bandung Timur yang selama ini mengandalkan Terminal Cicaheum untuk bepergian keluar kota.
Rian (38), seorang penumpang setia bus jurusan Bandung–Purwokerto, mengaku harus menyesuaikan waktu perjalanan dan biaya ekstra akibat perpindahan ini.
“Secara fasilitas, Terminal Leuwipanjang memang jauh lebih bagus dan nyaman seperti bandara. Tapi bagi kami yang tinggal di daerah Ujungberung atau Cicaheum, ongkos dan waktu tempuh menuju tempat pemberangkatan baru jadi lebih jauh. Kami berharap ada angkutan pengumpan (feeder) yang langsung menghubungkan Cicaheum ke Leuwipanjang secara 24 jam,” ungkap Rian saat ditemui di posko informasi Cicaheum.
Di sisi lain, perwakilan pengusaha otobus (PO Bus), Herman (45), menyatakan dukungannya terhadap modernisasi fasilitas ini, namun ia meminta ketegasan pemerintah dalam menertibkan praktik terminal bayangan.
“Kami dari pihak PO siap mematuhi aturan pemindahan ini demi kenyamanan penumpang. Namun, kami meminta dinas terkait menindak tegas bus-bus yang masih nekat menaikkan penumpang di luar terminal resmi atau di sepanjang jalur jalan layang. Kalau semua tertib masuk Leuwipanjang, pendapatan kami juga akan merata,” tegas Herman.
Alih Fungsi Lahan Terminal Cicaheum
Setelah seluruh layanan bus jarak jauh resmi dipindahkan, Terminal Cicaheum tidak akan ditutup total. Lokasi tersebut direncanakan bakal dialihfungsikan menjadi depo transportasi publik ramah lingkungan, seperti bus listrik perkotaan (Bus Rapid Transit/BRT) Bandung Raya dan angkutan kota modern.
Pemerintah mengimbau para calon penumpang untuk memeriksa kembali tiket keberangkatan dan memanfaatkan aplikasi digital resmi untuk memantau jadwal armada bus di lokasi yang baru. Red***
























