JAKARTA, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat sinergi kemitraan internasional dengan Pemerintah Qatar untuk mendorong program kemanusiaan dan pemberdayaan umat. Kolaborasi ini bertujuan mencari solusi atas dinamika serta tantangan ekonomi keumatan di tingkat global.
Kesepakatan tersebut mengemuka dalam audiensi antara Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, dengan Duta Besar Qatar untuk Indonesia, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, di Kantor Kedutaan Besar Qatar, Jakarta, Selasa (5/5).
Dalam pertemuan tersebut, Sodik Mudjahid menegaskan bahwa kolaborasi antarnegara adalah kunci utama dalam menghadapi krisis kemanusiaan dan pengentasan kemiskinan di kancah internasional.
Ia juga memaparkan berbagai program pemberdayaan yang selama ini dikelola BAZNAS melalui dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Penjelasan ini menjadi bentuk transparansi dan pertanggungjawaban BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional dan berdampak luas.
“Kolaborasi antarnegara menjadi kunci dalam menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, termasuk pengentasan kemiskinan dan penanganan krisis global,” ujar Sodik Mudjahid dalam keterangan resminya, Rabu (6/5).
Duta Besar Qatar, Sultan bin Mubarak Saad Al-Dosari, menyambut baik langkah BAZNAS dalam memperluas kemitraan global. Audiensi tersebut membahas beberapa poin kerja sama strategis, antara lain:
- Penguatan Tata Kelola: Optimalisasi pengelolaan zakat lintas negara.
- Aksi Kemanusiaan: Dukungan terhadap program bantuan di wilayah terdampak konflik dan bencana.
- Penyaluran Bantuan: Peluang kolaborasi distribusi bantuan bagi masyarakat rentan di berbagai belahan dunia.
Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat silaturahim dan komunikasi kelembagaan sebagai fondasi kerja sama jangka panjang. Sinergi ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara BAZNAS RI dan Pemerintah Qatar secara berkelanjutan.
Melalui kemitraan ini, kedua pihak berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat dunia dan memperkokoh peran zakat sebagai instrumen pembangunan umat yang diakui secara internasional.

























