INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu resmi memulai perbaikan Jembatan Kali Perak yang berlokasi di Desa Jatimunggul, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Infrastruktur penyeberangan tersebut diketahui mengalami kerusakan parah serta pelapukan struktur rangka sejak tahun 2014.
Pada Tahun Anggaran 2026, perbaikan jembatan akhirnya direalisasikan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Indramayu menggunakan dana APBD.
Bupati Indramayu, Lucky Hakim, meninjau langsung pelaksanaan proyek tersebut di lapangan untuk memastikan pengerjaan berjalan lancar, Rabu (9/9/2026).
Kuwu (Kepala Desa) Jatimunggul, Ro’up, mengungkapkan bahwa perbaikan jembatan ini sudah sangat lama didambakan warga. Jembatan Kali Perak merupakan jalur utama pendukung aktivitas perekonomian, khususnya sektor pertanian setempat.
“Alhamdulillah, jembatan yang rusak sejak 2014 akhirnya diperbaiki tahun ini. Selama proses pengerjaan berlangsung, warga untuk sementara waktu akan mengalihkan jalur melewati akses jalan darurat,” ujar Ro’up, Rabu (9/9/2026).
Dukung Kelancaran Distribusi Hasil Panen Petani
Menanggapi hal tersebut, Bupati Indramayu Lucky Hakim bersyukur perbaikan jembatan yang dinantikan masyarakat selama 12 tahun terakhir ini dapat direalisasikan.
“Ini merupakan kewajiban kami di pemerintah daerah untuk menghadirkan infrastruktur yang layak. Semoga perbaikan jembatan ini membawa keberkahan dan menjadi ladang pahala bagi semua pihak yang terlibat,” kata Lucky Hakim.
Saat berdialog dengan warga, Lucky menyerap aspirasi para petani yang selama ini kesulitan mengangkut hasil panen akibat kondisi jembatan yang lapuk. Hambatan transportasi tersebut bahkan sempat memengaruhi stabilitas harga jual gabah di tingkat petani.
Kondisi tersebut berdampak signifikan mengingat sebagian besar lahan pertanian di Desa Jatimunggul merupakan sawah tadah hujan dengan masa panen sekali dalam setahun.
“Kami berharap perbaikan Jembatan Kali Perak tidak hanya memperlancar konektivitas antarwilayah, tetapi juga mendongkrak mobilitas warga serta mengefisiensikan pengangkutan hasil pertanian,” pungkas Lucky.
(Nurpad)





















