Adakan Evaluasi IDM, Desa di Kabupaten Indramayu Harus Maju dan Mandiri

INDRAMAYU, Faktaperistiwanews.co.id – Pemerintah pusat melalui Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dapat mengetahui perkembangan dan pertumbhan suatu desa melalui program Indeks Desa Membangun (IDM).

Bertempat di Halaman Puspa Wangi Kantor kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu Jawa Barat pada Jumat Kemarin (16/06/2023).

Dengan IDM sebagai indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kemajuan suatu desa dalam membangun sumber daya manusia dan ekonomi lokal, dapat memeringkatkan suatu desa pada salah satu dari lima level yang ada, yaitu desa sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju dan mandiri.

Bacaan Lainnya

Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Indramayu, Syarif Hamdan, mengatakan hal itu saat meng-up date data IDM 10 desa di Kecamatan Balongan. Ia mengatakan dari lima kategori desa hasil scoring IDM, di Kabupaten Indramayu tak ada desa yang berkategori tertinggal.

“Indramayu itu ada di berkembang, maju, dan mandiri. Sangat tertinggal dan tertinggal sudah tidak ada,” kata Syarif, saat ditemui usai mengadakan kegiatan.

Syarif Hamdan menuturkan IDM yang juga sebagai dasar penetapan nota keuangan RAPBN untuk dana desa tiap tahunnya itu dilakukan input data penilaian beberapa kategori, ujarnya.

Lebih lanjut, Setiap desa akan mempunyai skor masing-masing hasil penilaian yang secara garis besar dilakukan pada tiga bidang, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Dalam IDM itu ada beberapa kuesioner yang harus diisi sesuai fakta di lapangan kondisi desa secara menyeluruh dari mulai dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan,” Sambungnya.

Pihaknya menggerakkan para Pendamping Lokal Desa (PLD) untuk mendampingi para perangkat desa dalam tugas-tugas yang akhirnya memunculkan skor pada bidang-bidang objek penilaian. Dengan demikian, akan menghasilkan angka-angka yang mengantarkan suatu desa pada peringkat tertentu

“Ketika desa itu mandiri, itu baru ada perhatian dari Pemprov Jabar yang akan diberikan reward berupa mobil Maskara. Itu khusus desa berstatus mandiri,” ucapnya.

Sementara itu, ditempat berbeda Camat Balongan, Opik Hidayat mengatakan sebagai instansi koordinatif pihaknya mendorong para perangkat desa di wilayahnya supaya bekerja cepat didampingi PLD terkait IDM.

“Seperti saat ini sudah ada beberapa desa yang sudah selesai, yang belum juga ada beberapa desa, dan memang tinggal penyelesaiannya saja,” ungkapnya.

(Nurpad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *