Tuntaskan Reses Maraton di 77 Kecamatan Jabar VIII, Prof. Rokhmin Dahuri Serap Aspirasi hingga Pelosok Desa

INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Barat VIII, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., menuntaskan agenda reses maraton selama delapan hari penuh di Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Kabupaten Indramayu, Kamis (30/7/2026).

Dalam kurun waktu tersebut, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001–2004 ini berhasil menyambangi secara langsung 77 kecamatan dan 763 desa/kelurahan untuk melakukan belanja masalah bersama para petani, nelayan, pembudidaya ikan, hingga pelaku UMKM.

“Alhamdulillah, saya selaku anggota DPR RI Komisi IV dari Dapil Jabar VIII sangat produktif, berhasil mengunjungi 77 kecamatan serta 763 desa dan kelurahan. Reses ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan kewajiban konstitusional dan moral untuk hadir di tengah rakyat,” ujar Prof. Rokhmin Dahuri, Kamis (30/7/2026).

Menyusuri Sawah dan Pesisir, Duduk Lesehan Serap Kebutuhan Rakyat

Pola reses yang dijalankan Guru Besar IPB University ini terbilang berbeda. Dilakukan dari pagi hingga malam hari, Prof. Rokhmin tak segan mengendarai sepeda motor menyusuri pematang sawah dan kawasan pesisir, lalu duduk lesehan bersama warga di balai-balai desa.

Bacaan Lainnya

Seluruh aspirasi yang dihimpun terkait sektor mitra Komisi IV—seperti pertanian, kelautan, perikanan, hingga lingkungan hidup—akan dibawa ke Senayan untuk dikawal melalui fungsi legislasi, penganggaran, serta pengawasan.

“Masyarakat harus menjadi subjek utama pembangunan. Mereka harus dilibatkan sejak proses perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan. Seluruh temuan di lapangan ini akan kami koordinasikan dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah,” tegasnya.

Salurkan 1.036 Paket Pangan dan Aksi Tanam Mangrove

Di sela-sela dialog warga, Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) ini juga menyalurkan amanah 1.036 paket bantuan pangan beras (masing-masing 5 kg) dari Perum Bulog bagi masyarakat yang membutuhkan.

Namun demikian, Prof. Rokhmin menekankan bahwa bantuan pangan hanyalah pemicu solidaritas dan bukan tujuan akhir dari pembangunan ekonomi warga.

  • Pemberdayaan Berkelanjutan: Memastikan kepastian akses modal, teknologi, pendampingan usaha, serta kepastian pasar bagi petani dan nelayan.

  • Aksi Pelestarian Pesisir: Terlibat langsung dalam penanaman bibit mangrove pada kegiatan TERA Batch 8 – Mangrove for Earth Festival di pesisir Indramayu untuk menjaga ekosistem perikanan.

“Ukuran keberhasilan wakil rakyat bukan hanya seberapa banyak bantuan yang dibagikan, melainkan sejauh mana perjuangan itu mampu meningkatkan produktivitas, memperluas lapangan kerja, dan menghadirkan kehidupan rakyat yang lebih sejahtera,” pungkasnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *