INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Respons cepat ditunjukkan Unit Reaksi Cepat (URC) Polres Indramayu Polda Jabar menyusul viralnya video aksi geng motor yang meresahkan warga di media sosial.
Kurang dari 24 jam, polisi berhasil mengamankan lima orang terduga pelaku pengrusakan sebuah warung di wilayah Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Kamis (30/7/2026).
Aksi vandalisme yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB tersebut sempat terekam kamera CCTV dan beredar luas di tengah masyarakat. Dalam rekaman itu, sekelompok pengendara motor tampak melakukan pengrusakan terhadap bangunan milik warga.
Menanggapi kejadian tersebut, Kapolres Indramayu AKBP Prianggo. P.M. melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Muchammad Arwin Bachar menegaskan pihaknya bersikap tanpa kompromi terhadap aksi kekerasan jalanan.
“Tidak ada tempat bagi geng motor di Kabupaten Indramayu. Siapa pun yang membuat onar dan meresahkan masyarakat akan kami kejar dan tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar AKP Muchammad Arwin Bachar, Jumat (31/7/2026).
Berbekal rekaman CCTV dan hasil penyelidikan cepat, Unit Reaksi Cepat Polres Indramayu melakukan penggrebegan di sejumlah titik lokasi di wilayah Kecamatan Tukdana pada Kamis malam sekitar pukul 22.30 WIB.
Dari kegiatan itu, petugas mengamankan lima terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti berupa tiga unit telepon genggam, tiga bilah celurit, dua buah corbek, dan satu unit sepeda motor Honda Beat hitam.
Berdasarkan pemeriksaan awal, para terduga mengaku merupakan bagian dari kelompok berinisial Mamprang21Ganks.
Mereka berdalih hendak mencari kelompok lain untuk tawuran di wilayah Sukaperna. Namun, karena sasaran tidak ditemukan, rombongan tersebut berbalik arah dan melakukan perusakan di tengah perjalanan pulang.
Kasat Reskrim menambahkan, pihaknya saat ini telah mengamankan sejumlah terduga pelaku, diantaranya inisial G R (18), I F (17) , J A F (21), K P (26) dan A T (16).
Sementara tiga pelaku lain masih dalam pengejaran Polisi. Kendati demikian pihaknya telah mengantongi identitas sejumlah pelaku lain.
“Kami terus melakukan pengembangan untuk menangkap seluruh pelaku yang terlibat, baik pelaku perusakan maupun mereka yang kedapatan membawa senjata tajam,” tegasnya.
Saat ini, kelima terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Indramayu untuk mendalami peran masing-masing dalam insiden tersebut. Pungkasnya.
Dalam hal ini Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno mengimbau kepada para orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak remaja.
“Warga juga diminta tidak ragu melapor melalui layanan kepolisian di nomor 110 Bebas Pulsa, apabila mendapati aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu tawuran atau gangguan kamtibmas,” pintanya.























