Diduga Depresi Putus Cinta, Pegawai Bank Asal Pangandaran Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Indramayu

INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Seorang pria berinisial DPK, karyawan salah satu bank asal Kabupaten Pangandaran, ditemukan meninggal dunia di dalam kamar mandi kamar kosnya di Jalan Pembangunan, Kelurahan Lemahabang, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Jasad korban langsung dievakuasi ke RSUD Indramayu untuk menjalani proses otopsi guna memastikan penyebab pasti kematian. Berdasarkan hasil penyelidikan awal kepolisian, korban diduga kuat mengakhiri hidupnya akibat depresi usai mengalami putus cinta.

Kapolsek Indramayu AKP Indrie Hapsari membenarkan adanya insiden penemuan jasad tersebut saat dikonfirmasi pihak media. Penemuan ini berawal dari kecurigaan rekan kerja DPK karena korban tidak hadir bekerja tanpa memberikan keterangan.

“Rekan kerjanya merasa khawatir lalu mencoba menghubungi telepon seluler korban. Namun, karena nomornya tidak aktif, ia berinisiatif mendatangi langsung kamar kos korban,” ujar AKP Indrie Hapsari, Rabu (29/7/2026).

Bacaan Lainnya

Kamar Terkunci dari Dalam, Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

Rekan kerja korban memiliki kecurigaan beralasan. Sekitar dua minggu sebelum kejadian, DPK sempat bercerita bahwa dirinya baru saja putus hubungan asmara yang memicu patah hati mendalam hingga diduga mengalami depresi dan menjalani pengobatan.

Setibanya di lokasi, rekan korban menemukan pintu kamar kos dalam keadaan terkunci rapat dari dalam. Ia kemudian meminta bantuan pemilik kos untuk membuka paksa pintu tersebut. Begitu berhasil dibuka, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar mandi.

Pihak kos dan rekan kerja korban segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Petugas Polsek Indramayu bersama tim medis dari Puskesmas Margadadi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pemeriksaan awal.

Berdasarkan pemeriksaan luar tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan fisik pada tubuh korban. Korban diperkirakan meninggal dunia kurang dari 24 jam sebelum ditemukan akibat kehabisan oksigen.

“Untuk sementara, korban diduga mengakhiri hidupnya karena memang sedang menjalani pengobatan akibat depresi,” pungkas AKP Indrie Hapsari.

Bantuan Penanganan Depresi & Pencegahan Bunuh Diri:

Bila Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami depresi, kecemasan, atau memiliki dorongan untuk mengakhiri hidup, mohon untuk segera menghubungi layanan kesehatan jiwa, psikolog, atau psikiater terdekat. Anda juga dapat menghubungi layanan darurat Kemenkes RI di nomor Hotline 119.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *