INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu, Jawa Barat, melatih warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk mengembangkan keterampilan budidaya jamur melalui program pembinaan kemandirian yang diterapkan di kawasan area lapas.
Program berkelanjutan ini dirancang khusus untuk membekali para warga binaan dengan keahlian produktif yang bernilai ekonomis sebagai modal berwirausaha saat kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menyampaikan bahwa budidaya jamur ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, melainkan menjadi wadah pembelajaran praktis secara menyeluruh.
“Panen jamur perdana ini merupakan salah satu bentuk nyata pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk hidup mandiri, produktif, dan berdaya saing setelah bebas nanti,” ujar Fery Berthoni di Indramayu, Selasa (28/7/2026).
Dilibatkan dari Media Tanam hingga Pemasaran
Fery menjelaskan, para warga binaan dilibatkan secara langsung dalam seluruh tahapan proses. Mulai dari penyiapan media tanam (baglog), perawatan harian, kontrol kelembapan, hingga proses pemanenan.
Dengan keterlibatan langsung tersebut, para warga binaan mendapatkan pemahaman utuh mengenai tata kelola bisnis budidaya jamur secara mandiri.
Hasil panen dari tahap awal ini juga dijadikan bahan evaluasi internal oleh pihak Lapas Indramayu guna meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas budidaya pada siklus pengembangan berikutnya.
“Kami berkomitmen terus mengembangkan program pembinaan kemandirian yang produktif dan bernilai ekonomis. Ini adalah komitmen kami agar para warga binaan siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan nyata dan semangat baru,” pungkas Fery.























