BANDUNG, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Angklung telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan sejak tahun 2010. Tak sekadar alat musik tradisional khas Sunda, angklung menyimpan nilai filosofis mendalam tentang harmoni, kebersamaan, dan kedisiplinan yang sangat relevan untuk ditanamkan kepada generasi muda.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) via Fuel Terminal (FT) Bandung menggelar Pelatihan Angklung dan Kuliner Tradisional Sunda di Kampung CSV Udjo Ecoland, Kabupaten Bandung, pada Kamis (20/8/2026).
Kegiatan ini melibatkan 48 siswa SMA Negeri 1 Cimenyan serta masyarakat setempat untuk mempraktikkan langsung seni musik angklung dan mengolah potensi kuliner lokal.
Sinergi Budaya dan Edukasi di Luar Kelas
Dalam pelaksanaannya, Pertamina menggandeng Saung Angklung Udjo sebagai mitra utama pelestarian seni. Kehadiran para pelajar dalam kegiatan ini dinilai memberikan pengalaman belajar intuitif yang tidak didapatkan di dalam ruang kelas konvensional.
Wakil Kepala Sekolah SMAN 1 Cimenyan, Kamal, menyambut positif kolaborasi ini:
“Siswa mendapatkan pengalaman langsung mempraktikkan budaya Sunda. Mereka sangat antusias karena dapat belajar di luar kelas sekaligus memahami bahwa budaya daerah adalah bagian dari kehidupan sehari-hari,” ujar Kamal.
Penerapan Konsep CSV Lewat Pengolahan Kuliner Peuyeum dan Cincau
Selain seni musik, peserta pelatihan juga dibekali keterampilan mengolah kuliner khas Sunda seperti peuyeum (tapai singkong) dan cincau. Proses memasak ini memanfaatkan Bright Gas sebagai wujud penerapan konsep Creating Shared Value (CSV), yang memadukan nilai bisnis perusahaan dengan keberdayaan ekonomi warga.
Ketua Kelompok Kampung CSV Udjo Ecoland, Satria Akbar, berharap keterampilan ini mampu memberikan dampak ekonomi jangka panjang:
Pengembangan Potensi Lokal: Keterampilan mengolah kuliner dan memainkan angklung dijadikan magnet daya tarik wisata kampung.
Nilai Tambah Ekonomi: Produk olahan makanan khas dapat dikembangkan menjadi komoditas UMKM lokal yang mandiri.
Komitmen Pertamina Menjaga Keberlanjutan Budaya
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Reno Fri Daryanto, menegaskan bahwa pelestarian warisan budaya merupakan pilar penting dalam program pemberdayaan masyarakat yang diusung perusahaan.
“Kami ingin pelestarian budaya berjalan beriringan dengan pengembangan potensi masyarakat. Harapannya, program ini tidak hanya menjaga warisan budaya Sunda, tetapi juga membuka ruang bagi warga untuk terus belajar, berkarya, dan mandiri secara ekonomi,” pungkas Reno.























