Tingkatkan Layanan Penanganan Stroke, RSUD Indramayu Terima Bimtek Code Stroke RSHS Bandung

INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – RSUD Kabupaten Indramayu terus memperkuat mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Komitmen tersebut ditegaskan melalui apel pagi jajaran pegawai yang dirangkai dengan penerimaan visitasi Bimbingan Teknis (Bimtek) Code Stroke dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Senin (21/9/2026).

Apel pagi yang berlangsung di Lapangan Parkir Paviliun Kidang Kencana tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Direktur RSUD Kabupaten Indramayu, dr. Wawan Ridwan, MM., serta dihadiri jajaran manajemen, komite medis, hingga seluruh staf rumah sakit.

Dalam amanatnya, dr. Wawan Ridwan menekankan pentingnya disiplin, integrasi, dan koordinasi lintas profesi demi mempertahankan kualitas layanan publik di bidang kesehatan.

“Komunikasi antarpegawai harus terus dijaga. Menjelang proses akreditasi rumah sakit, apa pun hasilnya nanti, komitmen memberikan pelayanan prima kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama,” ujar dr. Wawan Ridwan, Senin (21/9/2026).

Bacaan Lainnya

Kunjungan Tim Pakar RSHS dan Inspeksi Fasilitas Medis

Pada hari yang sama, RSUD Indramayu menerima tim visitasi Bimtek Code Stroke RSHS Bandung yang dipimpin pakar kesehatan Dr. dr. Lisda Amalia, Sp.S(K), dr. Hasan, Sp.BS, dan Arie Restiati, M.Si.

Rombongan diterima langsung oleh jajaran manajemen bersama Tim Code Stroke serta Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) RSUD Indramayu, dr. Eka, Sp.BS., FINPS., FIS., dan dr. Andi, Sp.N.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi di Aula Direktur, lalu dilanjutkan dengan hospital tour untuk meninjau kesiapan sejumlah fasilitas strategis, antara lain:

  • Instalasi Gawat Darurat (IGD): Evaluasi respons cepat penerimaan pasien darurat stroke.

  • Neuro Critical Care Unit (NCCU): Peninjauan keandalan perawatan intensif khusus saraf.

  • Cathlab: Kesiapan fasilitas tindakan intervensi pembuluh darah.

Visitasi ini menjadi langkah konkret RSUD Indramayu dalam mengoptimalkan kecepatan respons medis (response time) dan presisi penanganan kasus darurat stroke guna meningkatkan keselamatan pasien.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *