INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Jajaran Penyedia Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kerticala II dipastikan menanggung seluruh biaya pengobatan puluhan siswa SMAN 1 Tukdana, Kabupaten Indramayu, yang diduga mengalami keracunan usai menyantap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (5/10/2026).
Pihak SPPG Kerticala II menyatakan komitmen penuh untuk membiayai perawatan para siswa, baik yang dirawat di Puskesmas Tukdana, Puskesmas Kerticala, hingga pasien rujukan di RSUD Indramayu.
Perwakilan Mitra SPPG Kerticala II, Hakim, menegaskan bahwa pihaknya telah menggandeng petugas kesehatan untuk menangani langsung para siswa yang masih mengeluhkan gejala mual dan pusing di sekolah.
“Ini sebagai bentuk antisipasi. Jika ada siswa yang masih merasakan gejala, langsung diperiksa oleh petugas medis. Kami juga menyisir rumah siswa yang berobat jalan untuk mengganti seluruh biaya pengobatan mandiri, terutama bagi yang belum memiliki BPJS Kesehatan,” ujar Hakim saat berada di SMAN 1 Tukdana, Selasa (6/10/2026).
Ia menambahkan, seluruh biaya perawatan inap bagi lima siswa yang sempat dirujuk ke RSUD Indramayu dipastikan akan diganti sepenuhnya agar tidak membebani pihak keluarga.
Korban Tembus 143 Siswa, Dinkes Kawal Penanganan Medis
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Indramayu, Sri Anugraeni, mengonfirmasi bahwa jumlah siswa yang mengeluhkan sakit usai mengonsumsi menu MBG mencapai 143 orang.
“Data rekapitulasi dari Puskesmas Tukdana dan Kerticala mencatat ada 143 siswa yang berobat. Dari lima siswa yang dirujuk ke RSUD Indramayu, tiga di antaranya sudah diizinkan pulang, sementara dua siswa lainnya masih dalam perawatan inap dengan kondisi yang semakin membaik dan stabil,” terang Sri.
Hingga saat ini, sampel makanan dari menu MBG yang didistribusikan ke SMAN 1 Tukdana sedang dalam penanganan pihak berwenang guna menguji laboratorium penyebab pasti dugaan keracunan masal tersebut.
(Nurpad)























