Kemenkes dan Bappenas RI Tinjau Fasilitas Kesehatan di Indramayu, Monitor Proyek SIHREN hingga DAK Fisik

INDRAMAYU, FAKTAPERISTIWANEWS.CO.ID – Jajaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja meninjau sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Senin (7/9/2026).

Kedatangan tim pusat ke RSUD Indramayu, Puskesmas Kaplongan, hingga Pustu Tambi tersebut didampingi langsung oleh jajaran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Indramayu.

Di RSUD Indramayu, tim pusat meninjau sejumlah fasilitas medis unggulan terbaru, di antaranya ruang Catheterization Laboratory (Cathlab) dan perangkat CT Scan 64 Slice.

Sementara saat meninjau Puskesmas Kaplongan serta Pustu Tambi, tim Kemenkes dan Bappenas memantau langsung kondisi fisik bangunan, kesiapan fasilitas, hingga kualitas layanan kesehatan dasar yang diberikan kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Monitor Proyek SIHREN, SOPHI, dan DAK Kesehatan 2024–2026

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Bapperida Kabupaten Indramayu, Sukasa, menjelaskan bahwa kunjungan ini merupakan agenda monitoring evaluasi pemanfaatan dukungan pemerintah pusat di sektor kesehatan.

Pemantauan tersebut berfokus pada daerah penerima manfaat proyek strategis nasional seperti Strengthening of Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN), The Strengthening of Primary Healthcare in Indonesia (SOPHI), serta pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik bidang Kesehatan periode 2024–2026.

“Melalui monitoring ini, pemerintah pusat ingin memastikan pelayanan kesehatan di Indramayu benar-benar meningkat secara signifikan setelah menerima dukungan dari pusat,” ujar Sukasa dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/9/2026).

Sukasa menambahkan, evaluasi ini sangat krusial untuk mengukur efektivitas pemanfaatan sarana, prasarana, serta alat kesehatan canggih yang telah dihibahkan ke daerah. Langkah ini sekaligus memperkuat sinergi antara Pemkab Indramayu dan pemerintah pusat agar perencanaan pembangunan kesehatan berjalan tepat sasaran.

Pihaknya berharap seluruh intervensi anggaran dan program pusat dapat dimanfaatkan secara optimal oleh fasilitas kesehatan daerah guna mendongkrak mutu pelayanan publik bagi masyarakat luas di Kabupaten Indramayu.

(Nurpad)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *