Temuan manuskrip kuno ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keagamaan Islam di Indonesia. Sekaligus mempertegas peran masif Wali Songo dalam penyebaran agama di tanah air melalui peninggalan turos (literatur klasik) yang otentik.
Cilacap, faktaperistiwanews.co.id – Penemuan manuskrip kuno peninggalan Pangeran Arif bin Sunan Drajat di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menjadi angin segar bagi dunia sejarah Islam di Nusantara. Dokumen bersejarah yang kemungkinan berasal dari tahun 1570 hingga 1580 Masehi menjadi bukti kuat bahwa Wali Songo merupakan sosok historis yang nyata, bukan sekadar legenda.
KH Imaduddin Ustman Al Bantani bersama Tubagus Mugi Nur Fadhil Al Bantani, mengungkapkan hal tersebut saat berkunjung ke kediaman Ketua Pencatat Nasab Keluarga Besar Sunan Drajat, Al Ustadz Rd Mas Mochammad Salim Al Qosimi, di Pondok Pesantren Bumi Sholawat Kanjeng Sunan Ampel, Sitihinggil, Bantarsari, Cilacap, Rabu (15/4/2026).
Hal ini berbeda dengan manuskrip abad ke-18 atau ke-19 yang umumnya sudah menggunakan kertas Eropa dengan tanda air (watermark).
“Di dalam manuskrip ini tidak ada watermark. Untuk mengetahui kapan ia tulis, kita merujuk pada kolofon atau kalimat terakhir dalam manuskrip yang mencantumkan tahun penyalinan dan nama penyalinnya,” kata Kiai Imaduddin.
Hasil Penelitian Manuskrip Kuno di Cilacap
Berdasarkan penelitian pada kolofon tersebut, ditemukan angka tahun 994 Hijriah atau sekitar tahun 1580 Masehi. Dokumen ini ditulis langsung oleh tangan Pangeran Maulana Mohammad Arif. Ia merupakan cucu dari Sunan Ampel (Pangeran Arif bin Sunan Drajat bin Sunan Ampel).
Penemuan ini menjadi titik terang bagi para pakar sejarah yang selama ratusan tahun mencari bukti tertulis sezaman dengan Wali Songo. Sebelumnya, peneliti senior seperti Prof. Dr. Husein Jayadiningrat hanya berhasil menemukan manuskrip dari era 1700-an dan 1800-an.
“Hari ini kita membuktikan kepada bangsa Nusantara bahwa Wali Songo adalah sosok historis yang nyata. Jika sebelumnya bukti arkeologis lebih banyak ditemukan pada tokoh Wali Songo yang menjadi raja, kini kita memegang bukti literasi berupa kitab yang ditulis langsung oleh keturunan mereka pada abad ke-16,” tambahnya.
Temuan manuskrip kuno ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keagamaan Islam di Indonesia. Sekaligus mempertegas peran masif Wali Songo dalam penyebaran agama di tanah air melalui peninggalan turos (literatur klasik) yang otentik.****























