Indramayu, Faktaperistiwanews.co.id – Gedung SD Negeri 2 Sudimampir Lor yang baru selesai dibangun pada akhir 2023 kini menuai sorotan tajam.
Atap rusak, plafon ambruk, dan dinding ambrol jadi bukti fisik bahwa proyek bernilai miliaran rupiah ini diduga kuat dikerjakan asal-asalan.

Ketua Komunitas Jurnalis Balongan (KJB), Nurpad, pun angkat bicara dan meminta aparat penegak hukum segera turun tangan.
“Bangunan ini belum lama dibangun, tapi sudah rusak. Ini bukan sekadar kelalaian teknis, tapi ada indikasi kuat dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan proyek,” ujar Nurpad kepada Mandanews, Jumat (3/5/2025).
KJB menilai, kondisi bangunan yang rusak dalam waktu singkat mencerminkan rendahnya kualitas pekerjaan dan patut dicurigai tidak sesuai spesifikasi teknis.
Ia menegaskan, persoalan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.
“Kami minta aparat penegak hukum bertindak cepat. Jangan tutup mata. Anggaran negara tidak boleh dijadikan bancakan,” tegasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Mandanews, pembangunan gedung SDN 2 Sudimampir Lor dikerjakan oleh CV Rania Jaya Raya, sebuah perusahaan yang beralamat di Jl. Kapten Arya Gang 28 No. 6, Karangmalang, Indramayu.
Proyek tersebut merupakan bagian dari tiga paket pekerjaan rehabilitasi gedung sekolah lainnya, yakni SDN 2 Balongan dan SDN Rawa Dalem, dengan total anggaran mencapai lebih dari Rp2,1 miliar.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait kerusakan bangunan tersebut.
“Kondisi seperti ini merugikan siswa, guru, dan masyarakat. Jika terus dibiarkan, kepercayaan publik terhadap proyek pemerintah akan makin merosot,” tutup Nurpad.
KJB meminta agar kejadian ini menjadi alarm bagi semua pihak terkait, agar pengawasan pembangunan infrastruktur publik dilakukan secara ketat dan transparan.
(Red)























